Proximate cause adalah salah satu prinsip dalam dunia asuransi. Dalam asuransi terdapat banyak prinsip yang perlu dipahami, terutama oleh para calon nasabah. Karena prinsip-prinsip asuransi merupakan dasar untuk memahami setiap jenis asuransi yang diambil.

Tanpa memahami prinsip asuransi, akan banyak kesalahpahaman saat proses asuransi berjalan. Bersama dengan prinsip-prinsip lainnya, proximate cause merupakan prinsip yang penting karena berkaitan dengan klaim asuransi nantinya.

Di awal disinggung bahwa setiap calon nasabah wajib memahami prinsip asuransi dan pemahaman lainnya yang berkaitan dengan asuransi. Namun, dibandingkan calon nasabah, seseorang yang wajib memahami tentang prinsip asuransi yang mendalam adalah agen asuransi itu sendiri.

Karena agen asuransi merupakan perwakilan perusahaan asuransi yang berhubungan langsung dengan calon nasabah. Agen asuransi juga yang bertugas mencari calon nasabah yang akan mengambil asuransi. Semakin banyak nasabah yang didapatkan agen asuransi, maka semakin baiknya juga performanya.

Agen asuransi wajib menjelaskan segala hal terkait asuransi, termasuk prinsip-prinsip asuransi itu sendiri. Secara otomatis proximate cause adalah sesuatu hal yang harus dikuasai dengan baik, karena akan menjadi salah satu pertanyaan dari calon nasabah itu sendiri.

Lantas apa itu yang dimaksud dengan proximate cause? Yuk, mari langsung saja kita simak penjelasannya yang sudah Qoala Plus rangkum di bawah ini.

Pengertian Proximate Cause

Pengertian Apa Itu Proximate Cause
Sumber foto: evan_huang via Shutterstock

Proximate cause dalam asuransi adalah salah satu hal yang wajib dipahami oleh calon nasabah ketika hendak mengambil asuransi itu sendiri. Setiap risiko yang ditanggung dalam asuransi, pasti akan berkaitan dengan peristiwa atau fenomena sebagai penyebab terjadinya kerugian keuangan bagi nasabah itu sendiri.

Tentu tidak semua peristiwa atau fenomena yang dianggap sebagai penyebab terjadinya kerugian yang dialami oleh calon nasabah. Sebaliknya, setiap peristiwa dan fenomena yang dapat dianggap sebagai penyebab kerugian harus memenuhi beberapa prinsip. Prinsip tersebut yaitu proximate cause.

Ppa istilah lain dari proximate cause? Istilah lain dari proximate cause yaitu penyebab yang efektif atau penyebab yang dominan. Proximate cause sebagai penyebab efektif atau penyebab dominan memiliki fungsi untuk menelusuri peristiwa utama yang terjadi paling awal sebagai penyebab terjadinya kerugian atas objek yang ditanggung dalam asuransi.

Peristiwa awal tersebut yang kemudian digunakan untuk menentukan penyebab kerugian asuransi. Apakah peristiwa tersebut termasuk dalam penyebab kerugian yang dialami atas objek yang diasuransikan? Atau apakah peristiwa tersebut tidak termasuk?

Dalam hal ini sangat penting memahami proximate cause of loss. Secara definisi, proximate cause merupakan penyebab paling utama atau penyebab terdekat yang memberikan dampak paling signifikan terhadap munculnya kerugian atas objek yang diasuransikan.

Tentu kerugian yang dialami terjadi berdasarkan hasil analisis polis asuransi dari pihak pertama, ketika terjadi beberapa peristiwa berbahaya yang berdiri sendiri-sendiri, namun terjadi dalam waktu bersamaan. Perlu dilakukan analisis mendalam terkait penyebab utama atau proximate cause.

Dalam bahasa Indonesia, istilah proximate causa adalah penyebab utama atau penyebab yang efektif. Selain istilah proximate cause, dikenal juga istilah lain seperti causa proxima. Istilah tersebut diambil dari istilah dalam putusan hukum yaitu causa proxima non remota spectatur.

Istilah dari putusan hukum di atas diambil dari bahasa Latin yang berarti penyebab utama dan bukan penyebab cause remote (penyebab yang jauh) yang diperhatikan. Pasalnya, dalam setiap peristiwa yang menimbulkan kerugian terdapat penyebab-penyebab yang jauh yang mungkin menjadi penyebab utama.

Bukan hanya penyebab utama yang efektif yang berperan sebagai penyebab utama, namun juga penyebab yang jauh juga turut berperan mendukung terjadinya proximate cause atau penyebab utama yang efektif.

Mundur dalam sejarah munculnya istilah proximate cause yang digunakan dalam dunia asuransi, berawal dari seorang hakim yang memeriksa kasus hukum Pawsey vs. Scottish Union and National yang terjadi pada tahun 1907.

Dari definisi terkait proximate yang terjadi pada kasus tersebut, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk menyelesaikan kasus-kasus serupa yang berkaitan dengan penyebab utama. Dalam kasus tersebut muncul definisi dari proximate cause yang menjadi landasan dari penyebab utama yang digunakan hingga kini.

Definisi yang dimaksud adalah: sebuah penyebab yang aktif dan efisien yang berperan dalam menggerakkan rangkaian kejadian atau peristiwa yang menciptakan sebuah hasil tanpa adanya intervensi atau campur tangan dari sumber lain yang baru dan independen.

Jadi agen asuransi terbaik dengan bergabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan cuan berlimpah!

Contoh Proximate Cause

Setelah kamu mengetahui pengertiannya secara lengkap di atas, lantas apa contoh dari proximate cause? Agar lebih mudah memahami proximate cause adalah hal yang paling penting dalam asuransi. Berikut ini kita akan bahas beberapa contoh kasus yang dapat memudahkan.

Contoh pertama, misalkan seorang nasabah mengasuransikan rumahnya terhadap risiko kebakaran tanpa menggunakan jaminan penyebab lain seperti banjir, gempa bumi, badai atau bencana alam lainnya. Dalam kondisi yang kurang beruntung, nasabah tersebut kemudian mengalami kerugian.

Dalam menyikapi kecelakaan yang menimpa rumah seorang nasabah tersebut, perusahaan asuransi perlu untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Apakah gempa bumi, badai atau bencana lain yang turut mendorong terjadi kebakaran terhadap rumah nasabah tersebut.

Jika terjadinya kebakaran pada rumah nasabah tersebut adalah sebab-sebab yang lumrah terjadinya kebakaran seperti aliran listrik yang konslet atau kebocoran gas, atau juga penyebab lain yang disepakati pada saat kontrak asuransi di awal. Maka perusahaan asuransi wajib memberikan sejumlah ganti rugi sesuai yang disepakati pada polis asuransi.

Namun, jika setelah penelusuran dilakukan, ternyata penyebab terjadinya kebakaran adalah bencana alam seperti gempa bumi, badai atau angin topan yang tidak disertakan sebagai penyebab, maka perusahaan asuransi wajib menolak memberikan klaim.

Alasannya jelas, dalam kontrak atau polis asuransi yang disepakati, bahwa telah dirunut apa saja yang menjadi causa proximate terjadinya kebakaran rumah. Maka dari itu, penting untuk memahami prinsip satu ini saat hendak mengambil produk asuransi. Seorang agen asuransi juga harus dengan baik memahami perihal ini, agar calon nasabah tidak kebingungan.

Contoh kedua misalnya, jika dalam suatu waktu sebuah kapal laut kandas karena lampu mercusuar tidak menyala atau dalam keadaan mati. Pada dasarnya, dari kondisi tersebut dapat dilihat bahwa penyebab utama kapal kandas adalah lampu mercusuar yang padam sehingga tidak bisa memberikan sinyal kepada kapal.

Namun setelah diteliti, kerusakan atau kerugian yang terjadi adalah kandasnya kapal yang tiba-tiba (accidental stranding). Sementara itu, lampu mercusuar yang dalam keadaan padam sehingga tidak bisa memberikan sinyal merupakan remote cause atau penyebab yang jauh.

Contoh kasus tersebut diambil dari putusan yang berdasarkan pada kasus Ionicles vs Universal Marine Insurance Association yang terjadi pada tahun 1863. Kasus tersebut merupakan kasus yang terjadi di masa lampau dan seringkali dijadikan sebagai contoh kasus untuk menjelaskan terkait prinsip penyebab utama atau prinsip penyebab yang efektif.

Untuk melengkapi pemahaman kamu sebagai seorang agen asuransi agar memiliki bekal yang cukup saat menjelaskan kepada calon nasabah, terdapat juga kasus yang terjadi pada sebuah kapal. Yaitu, contoh kasus kapal yang tabrakan dan dibawa ke pelabuhan untuk diperbaiki.

Di dalam kapal tersebut, terdapat beberapa buah-buahan sebagai muatannya. Untuk memudahkan proses perbaikan kapal, terpaksa buah-buahan di dalam kapal harus diangkut terlebih dahulu ke daratan dan dimuat ulang ketika kapal telah rampung diperbaiki.

Secara otomatis, proses perbaikan tersebut menyebabkan terjadinya keterlambatan untuk sampai ke tempat tujuan dan mempengaruhi waktu untuk distribusi buah-buahan tersebut. Sesuatu yang tidak bisa dihindari adalah buah-buahan yang menjadi barang angkut akan membusuk karena waktu.

Dari contoh di atas, penyebab utama kerugian yaitu waktu yang delay atau terlambat akibat harus memperbaiki kapal. Sementara itu, perbaikan kapal dan proses bongkar muatan untuk kemudahan perbaikan kapal merupakan remote cause dalam kasus ini. Jelas sekali yang menjadi penyebab utama dan penyebab jauh dalam kasus tersebut.

Sehingga penetapan kerugian untuk mengganti rugi dapat didudukan dengan jelas. Kasus di atas merupakan contoh kasus proximate cause yang terjadi pada kasus Pink vs. Fleming yang terjadi pada tahun 1890. Merupakan salah satu contoh kasus yang digunakan untuk menjelaskan prinsip penyebab utama dalam kasus klaim asuransi itu sendiri.

Yuk, gabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan training seputar produk asuransi maupun berbagai pelatihan lainnya hingga cuan berlimpah!

Istilah (Terms) dalam Proximate Cause

Istilah (Terms) dalam Proximate Cause
Sumber foto: zaozaa19 via Shutterstock

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa sebuah penyebab utama yang efektif dalam kasus asuransi dapat memenuhi syarat setelah terdiri dari dua hal, pertama penyebab utama yang dominan, aktif dan efektif yang menjadi sumber utama dari kerugian yang dialami. Kedua adalah sebuah peristiwa yang memiliki kausalitas (sebab-akibat) yang tidak terputus, dalam istilah bahasa Inggris dikenal dengan the chain of event.

Dalam penjelasan di atas juga, disebutkan beberapa istilah atau terms yang penting untuk dipahami dan sangat berkaitan dengan penyebab utama itu sendiri. Istilah tersebut yaitu concurrent causes atau penyebab yang bersamaan terjadi dan remote causes penyebab yang jauh.

Untuk lebih mudah memahami terkait penyebab yang efektif tersebut, kita belajar bersama istilah atau term yang ada. Kendati pun kamu telah memahami garis besarnya, penjelasan di bawah ini akan mudah kamu pahami agar bisa dijelaskan kepada calon nasabah sebagai bagian dari edukasi untuk menarik minat calon nasabah membeli produk asuransi itu sendiri.

Tanpa berbasa-basi lebih lama, yuk mari langsung kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

1. Concurrent Cause (Penyebab yang Bersamaan)

Istilah pertama dalam proximate causes yaitu concurrent cause atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama penyebab yang bersamaan. Yang dimaksud sebagai penyebab yang bersamaan yaitu jika dalam satu kasus terdapat dua penyebab yang terjadi secara bersamaan.

Namun umumnya, masing-masing dari penyebab tersebut juga berdiri sendiri (independently) terhadap objek pertanggungan. Dalam menentukan seberapa besar keterlibatan penyebab yang bersamaan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan concurrent causes, hal-hal tersebut yaitu:

  • Setiap penyebab didata terlebih dahulu dan dikumpulkan untuk dianalisis. Kemudian cari tahu seperti apa penyebab-penyebab tersebut terjadi secara bersamaan. Contohnya kebakaran, badai hingga kerusuhan.
  • Tentukan status dari masing-masing penyebab tersebut. Kemudian urutkan apa saja penyebab yang dijamin oleh polis asuransi, apa saja penyebab yang menjadi pengecualian dalam polis asuransi dan apa saja penyebab yang sama sekali yang tidak disebutkan dalam polis asuransi.
  • Setelah menentukan status dari masing-masing penyebab, kamu bisa memisahkan bagian-bagian yang disebabkan oleh penyebab yang dijamin oleh polis, yang dikecualikan dan tidak masuk sama sekali sebagai penyebab dalam asuransi.

Untuk memahami beberapa hal di atas. Kamu bisa menyimak contohnya di bawah ini. Misalkan sebuah rumah yang diasuransikan terjadi kebakaran dengan kerugian yang disebabkan oleh beberapa penyebab bersama-sama yang terjadi namun tetap berdiri sendiri-sendiri.

Contohnya seperti kebakaran yang disebabkan oleh api dan juga badai yang menyebab api menjadi semakin besar. Jika sulit membedakan dan menelusurinya, maka perusahaan asuransi akan mengganti seluruh kerugian yang terjadi.

Namun jika penyebabnya dapat ditelusuri, misalkan kerugian yang disebabkan oleh kebakaran apa saja, dan kerugian yang dialami oleh badai apa saja. Maka perusahaan asuransi hanya akan mengganti kerugian yang disebabkan oleh kebakaran karena masuk terdapat dalam polis asuransi sebagai proximate causes.

Selain itu juga terdapat istilah lain yaitu, legal cause, yang merupakan penyebab resmi dari kerugian yang dialami. Legal cause juga merupakan istilah lain yang merujuk pada pengertian sama dengan proximate causes.

Dapatkan solusi kemudahan beransuransi, baik bagi nasabah maupun agen asuransi dengan dokumen dan proses klaim digital yang didukung teknologi terbaik di Qoala Plus!

2. Remote Cause

Istilah kedua yang selalu ada dalam pembahasan terkait penyebab utama yaitu remote cause, definisi dari remote causes sendiri yaitu penyebab yang jauh atau penyebab jarak jauh. Proximate cause contoh untuk remote causes misalnya terjadi pada kasus properti pihak pertama.

Penyebab utama sebelum menjadi penyebab terdekat. Misalnya dalam polis asuransi, dicantumkan bahwa penyebab utamanya tanpa dicantumkan penyebab yang jauh sebagai penyebab pendukung.

Dalam pembahasan contoh kasus yang telah dibahas di atas misalkan. Dari contoh kapal kandas karena lampu mercusuar. Pada dasarnya, dari kondisi tersebut dapat dilihat bahwa penyebab utama kapal kandas adalah lampu mercusuar yang padam sehingga tidak bisa memberikan sinyal kepada kapal.

Namun setelah diteliti, kerusakan atau kerugian yang terjadi adalah kandasnya kapal yang tiba-tiba (accidental stranding). Sementara itu, lampu mercusuar yang dalam keadaan padam sehingga tidak bisa memberikan sinyal merupakan remote cause atau penyebab yang jauh.

Namun yang jadi membingungkan, remote cause seringkali dianggap sebagai penyebab utama yang efektif, kemudian mengajukan menjadi salah satu syarat untuk mengajukan klaim asuransi. Tetapi, ketika perusahaan asuransi melakukan penyelidikan, ternyata penyebab yang dianggap sebagai penyebab utama tersebut merupakan penyebab yang jauh.

Sementara itu, penyebab utama yang membuat terjadi kerugian adalah sesuatu yang dikecualikan atau sesuatu yang tidak tercantum dalam polis asuransi. Maka dari itu, perusahaan asuransi tidak sama sekali berhak memberikan klaim asuransi.

Contoh kasus ini tentu saja seringkali terjadi. Pada dasarnya kondisi di atas terjadi karena perbedaan pemahaman terkait proximate causes itu sendiri. Maka dari itu, penting sekali untuk memahami prinsip satu ini, bersamaan dengan prinsip lain yang tidak kalah penting. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman antara perusahaan asuransi dengan nasabah itu sendiri.

Nah itulah tadi penjelasan terkait proximate cause adalah prinsip penting yang wajib dipahami sebelum mengambil asuransi. Dari penjelasan di atas yang dilengkapi dengan contoh, kamu juga bisa menjadikan contoh-contoh di atas sebagai analogi untuk dijelaskan kepada calon nasabah.

Pastikan kamu memahami dengan baik terkait proximate cause dan istilah yang terdapat di dalamnya. Semoga dengan penjelasan di atas, kamu bisa menggaet hati calon nasabah dan memahami pentingnya asuransi untuk masa depan!

Dengan memahami istilah proximate cause, kamu pun dapat menjadi seorang agen asuransi profesional dengan kinerja yang prima pula. Ingin menjadi agen asuransi terbaik? Yuk, gabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan berbagai pelatihan hingga cuan berlimpah!

Untuk cara jadi Mitra Qoala Plus dan informasi seputar agen asuransi lainnya, install aplikasi Qoala Plus dengan mengunduhnya di Google Play atau App Store! Kamu juga bisa kunjungi laman Qoala Plus untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lainnya.