Dalam dunia asuransi, ada banyak istilah yang harus diketahui dan dipahami baik oleh agen asuransi selaku tenaga pemasar dan juga calon nasabah asuransi selaku penerima manfaat. Salah satunya adalah uang pertanggungan. Uang pertanggungan adalah nominal yang nantinya perusahaan asuransi berikan kepada tertanggung atau ahli waris sebagai bentuk tanggung jawab mereka selaku penanggung risiko.

Seorang agen yang memahami betul seluk beluk asuransi tentunya bisa mengedukasi masyarakat serta memberikan pemahaman kenapa asuransi itu penting, bukan sekedar buang-buang uang saja. Tidak hanya itu, agen asuransi yang berpengetahuan juga bisa memberikan penjelas yang masuk akal serta menarik agar semakin banyak orang tertarik untuk mendapatkan proteksi dari jenis asuransi yang dibutuhkan.

Saat seseorang tertarik menjajal dunia asuransi dengan bekerja sebagai agen asuransi, tentunya ia harus bisa menjelaskan serta menghitung uang pertanggungan asuransi atau jenis lainnya. Yuk cari tahu lebih lanjut tentang uang pertanggungan melalui informasi yang sudah tim Qoala Plus rangkum dalam artikel satu ini.

Pengertian Uang Pertanggungan Asuransi

Sudah tahu apa itu uang pertanggungan? Atau ini kali pertama kamu tahu adanya istilah tersebut dalam asuransi? Uang pertanggungan adalah salah satu hal penting dalam asuransi. Yang bisa diartikan sebagai proteksi dari perusahaan atau penyedia asuransi saat menanggung risiko tertentu dari nasabahnya. Tentunya, uang tersebut merupakan salah satu bentuk manfaat asuransi yang banyak diharapkan dan menjadi alasan dalam membeli asuransi jiwa.

Adapun pihak yang akan mendapatkan uang pertanggungan adalah ahli waris apabila tertanggung mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia. Apa manfaat uang pertanggungan? Uang pertanggungan (UP) bisa menggantikan penghasilan yang hilang setelah pencari nafkah yaitu nasabah mengalami risiko yang disebutkan dalam polis asuransi, baik cacat total tetap maupun kematian. Uang pertanggungan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai sum assured yang merupakan salah satu istilah yang perlu kamu ketahui.

Dengan adanya uang pertanggungan, ahli waris bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan seperti melunasi hutang tertanggung yang masih tersisa semasa hidupnya, biaya pengobatan dan pemakaman, biaya pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Apabila tidak ada kebutuhan untuk melunasi hutang dan biaya perawatan saat tertanggung mendapatkan layanan medis, maka keluarga atau ahli waris bisa menggunakan uang tersebut untuk membiayai biaya kehidupan sehari-hari.

Mengingat manfaat uang pertanggungan asuransi Allianz ataupun perusahaan asuransi lainnya yang sangat berguna, ini juga seolah menjadi salah satu alasan kenapa asuransi jiwa itu penting. Terlebih jika tertanggung adalah satu-satunya pencari nafkah atau sumber penghasilan. Yang apabila ia meninggal dunia, jatuh sakit, atau cacat, hilanglah sumber penghasilan sebuah keluarga.

Dengan demikian, manfaat uang pertanggungan adalah akan berguna bagi keluarga tertanggung sehingga mereka tetap bisa menjalani kehidupan tanpa perlu khawatir akan biaya yang harus mereka keluarkan untuk berbagai kebutuhan dalam hidupnya.

Jadi agen asuransi terbaik dengan bergabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan cuan berlimpah!

Jenis-jenis Asuransi yang Memberikan Uang Pertanggungan

Jenis-jenis Asuransi yang Memberikan Uang Pertanggungan
Sumber foto: beeboys via Shutterstock

Berapa uang asuransi kematian Manulife ataupun besaran dari perusahaan asuransi lainnya? Terkadang, kita mendapatkan pertanyaan semacam itu terutama saat bekerja sebagai agen asuransi yang menawarkan produk asuransi dari Manulife maupun bagi kamu yang menjadi agen asuransi di perusahaan asuransi lain.

Sebenarnya, setiap calon nasabah asuransi berhak untuk menanyakan informasi apapun sedetail mungkin agar mereka memahami proteksi yang nantinya akan mereka beli baik untuk diri sendiri maupun untuk orang-orang tersayang. Sayangnya tidak semua jenis dan produk asuransi memberikan manfaat berupa uang pertanggungan.

UP merupakan bentuk tanggung jawab dari perusahaan asuransi selaku pihak penanggung apabila terjadi risiko pada tertanggung atau nasabah asuransi. Uang pertanggungan tersebut nantinya akan diterima oleh ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan sebagai penerima manfaat.

Ada beberapa jenis asuransi yang memberikan UP atau uang pertanggungan adalah sebagai berikut.

1. Asuransi Jiwa

Seperti namanya, asuransi jiwa merupakan produk dan jenis asuransi yang memberikan proteksi jiwa berupa uang pertanggungan saat tertanggung meninggal dunia baik karena sakit maupun kecelakaan. Dalam beberapa klausul, bunuh diri juga termasuk sebagai risiko yang ditanggung oleh asuransi jiwa.

Penasaran berapa berapa uang asuransi kematian prudential? Kamu bisa bertanya pada call center atau agen asuransi perusahaan asuransi bersangkutan agar bisa membantu menghitung besaran UP yang akan didapatkan.

Ketentuan UP dari perusahaan asuransi ini, hak penerimaan uang pertanggungan adalah hanya kepada ahli waris. Dengan catatan, hak tentang ahli waris ini juga harus sesuai dengan ketentuan yang sudah tertulis dan disepakati dalam polis sejak awal.

Berapa uang asuransi kematian? Adapun besaran uang pertanggungan adalah tergantung dari ketentuan perusahaan asuransi yang juga diketahui oleh tertanggung saat mereka menandatangani polis asuransi untuk kasus kematian itu sendiri.

2. Asuransi Kecelakaan

Kecelakaan merupakan risiko yang bisa terjadi kepada siapa saja, kapanpun dan dimanapun. Meski pada dasarnya, tidak ada satu orangpun yang ingin terjadinya risiko semacam ini, namun banyak orang yang membeli asuransi kecelakaan sebagai proteksi dari risiko berupa kecelakaan. Asuransi ini memberikan uang pertanggungan jika terjadi risiko kematian atau cacat tetap total akibat kecelakaan.

Sebagai informasi, ketentuan pencairan UP atau uang pertanggungan adalah hanya dapat dicairkan apabila terjadi dampak dari risiko kecelakaan. Artinya, tertanggung tidak akan mendapatkan manfaat UP secara cuma-cuma jika tidak ada risiko yang terjadi dan dialami.

3. Asuransi Penyakit Kritis

Jenis asuransi lainnya yang juga memberikan manfaat uang pertanggungan adalah asuransi penyakit kritis. Namun tentunya adalah syarat dan ketentuan yang berlaku agar UP bisa dikeluarkan oleh penanggung dan diberikan kepada tertanggung.

Klaim asuransi dalam bentuk UP biasanya dikeluarkan dengan tambahan pembebasan premi asuransi hingga usia tertentu apabila tertanggung secara medis mengidap penyakit kritis stadium tertentu. Adapun ketentuan hingga usia berapa premi asuransi dibebaskan dan stadium berapa dari penyakit kritis tersebut tertuang jelas dalam polis. Artinya, ketentuan tersebut sudah diketahui dan disetujui oleh tertanggung atau nasabah asuransi.

Jadi, baca dan pahami setiap poin yang tertulis dalam perjanjian berupa polis agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Bila perlu, calon nasabah mengajukan beberapa pertanyaan yang bisa membantu mereka mengerti lebih jauh tentang polis dari asuransi penyakit kritis yang hendak dipilihnya.

Yuk, gabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan training mengenai pemahaman produk maupun berbagai pelatihan lainnya hingga cuan berlimpah!

Manfaat Uang Pertanggungan

Manfaat Uang Pertanggungan
Sumber foto: Andrey_Popov via Shutterstock

Saat mencari tahu seputar uang pertanggungan, kamu juga pastinya ingin tahu apa saja manfaat yang didapatkan dari uang pertanggungan asuransi kena pajak, bukan?

Utamanya, manfaat uang pertanggungan adalah sejumlah dana yang dapat digunakan untuk menggantikan penghasilan sementara dari pemegang polis sebagai kepala keluarga apabila terjadi risiko kematian. Sebab, dalam kondisi ini, keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kehilangan sumber penghasilan.

Namun, selain itu, manfaat uang pertanggungan adalah juga dapat dialokasikan untuk membayar utang, membiayai sekolah anak, hingga sebagai dana untuk membayar biaya akhir (final expense) seperti biaya pemakaman, dan lain sebagainya.

Dapatkan solusi kemudahan beransuransi, baik bagi nasabah maupun agen asuransi dengan dokumen dan proses klaim digital yang didukung teknologi terbaik di Qoala Plus!

Metode Cara Menghitung Kebutuhan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa Berdasarkan Beberapa Pendekatan

Metode Cara Menghitung Kebutuhan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa Berdasarkan Beberapa Pendekatan
Sumber foto: Freedomz via Shutterstock

Uang pertanggungan yang perusahaan asuransi berikan kepada ahli waris tertanggung tentunya sudah melalui perhitungan yang tepat dan matang. Bahkan uang pertanggungan juga menjadi salah satu faktor dalam menentukan besaran premi asuransi.

Semakin besar UP yang ingin nasabah asuransi dapatkan, semakin tinggi pula jumlah premi yang harus dibayarkan selama masa kontrak asuransi. Lalu, bagaimana cara menghitung uang pertanggungan?

Menggunakan beberapa pendekatan, cara menghitung uang pertanggungan adalah sebagai berikut.

a. Income Replacement Based Value

Income replacement based value merupakan pendekatan yang akan menghitung uang pertanggungan berdasarkan rata-rata pendapatan nasabah atau calon n nasabah setiap bulannya yang kemudian disetahunkan. Kemudian, jumlah tersebut akan dikalikan dengan jangka waktu dana yang akan menopang kehidupan ahli waris di kemudian hari hingga mereka memiliki penghasilan sendiri.

Satu hal yang harus kamu ingat adalah metode cara menghitung uang pertanggungan asuransi satu ini tidak akan memperhitungkan pertumbuhan dana maupun risiko inflasi.

Sebagai gambaran, contoh perhitungan uang pertanggungan adalah sebagai berikut.

Bapak XYZ adalah pencari nafkah utama untuk keluarganya dengan keadaan istri tidak memiliki penghasilan sama sekali. Dengan anak mereka yang masih berusia 12 tahun. Penghasilan bersih bapak satu ini mencapai Rp 10 juta.

Kemudian, ia ingin memproteksi penghasilannya menggunakan asuransi jiwa hingga anak berusia 22 tahun, estimasi anak bisa memiliki penghasilan sendiri. Jika demikian, artinya, ia memerlukan asuransi jiwa dengan masa perlindungan hingga 10 tahun. Uang pertanggungan nantinya diharapkan menjadi pengganti penghasilan hingga sang buah hati berusia 22 tahun. Lalu, bagaimana cara menghitung uang pertanggungan Prudential apabila bapak tersebut memilih asuransi jiwa dari Prudential?

Maka untuk menghitung uang pertanggungan, kamu bisa mengalikan penghasilan bersih bapak XYZ dengan 12 bulan dan 10 tahun.

Uang pertanggungan = Rp 10 juta x 12 bulan x 10 tahun = Rp 1,2 miliar

Namun, sayangnya pendekatan satu ini memiliki kekurangan yaitu tidak mempertimbangkan inflasi di masa mendatang. Artinya, jika penghasilan bapak XYZ sebesar Rp 10 juta bisa menutupi kebutuhan hidup keluarganya saat ini, apakah uang tersebut juga akan cukup 10 tahun kemudian?

Kekurangan tersebut tentunya bisa disiasati, misalnya dengan menginvestasikan dana tersebut pada instrumen pendapatan tetap. Dengan demikian, dana tersebut bisa tetap mengejar laju inflasi di masa depan.

b. Human Life Based Value

Apa itu jumlah uang pertanggungan? Jika mengacu pada definisi UP, maka bisa kita simpulkan kalau jumlah uang pertanggungan adalah jumlah dana yang akan perusahaan berikan kepada pemegang polis saat terjadi suatu risiko berdasarkan ketentuan dan perjanjian yang disepakati pihak penanggung dan tertanggung.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam menghitung uang pertanggungan adalah metode human life value based. Pendekatan ini akan menghitung pendapatan setiap bulan yang disetahunkan dan juga memasukkan asumsi pertumbuhan dana. Uang pertanggungan kemudian akan ditempatkan pada sebuah instrumen investasi yang memberikan pendapatan sesuai penghasilan yang dilindungi menggunakan asuransi.

ORI019 adalah imbal hasil obligasi retail Indonesia (0RI) yang menjadi acuan dalam pemberian return. Return tersebut adalah sebesar 5,57% per tahun. Jumlah uang pertanggungan yang diperlukan adalah Rp 10 juta per bulan dalam dalam waktu satu tahun kemudian dibagi dengan 5,57% yaitu sebesar Rp 2,15 miliar.

Uang pertanggungan = (Rp 10 juta x 12 bulan) : 5,57% = Rp 2,15 miliar.

c. Financial Needs Based Value

Dalam pendekatan financial needs based value, uang pertanggungan di hitung sama dengan minimal besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini dan kemudian dikalikan dengan 150%. Sementara jumlah maksimalnya adalah sama dengan uang di masa mendatang yang kemudian dikalikan dengan 80%.

Dalam metode satu ini, pertanggungan asuransi jiwa digunakan untuk melindungi biaya pendidikan apabila terjadi risiko meninggal dunia kepada sang ayah sebagai pencari nafkah.

Mari kita ambil contoh satu ini! Biaya pendidikan di universitas saat ini adalah sekitar Rp 300 juta dimana 9 tahun kemudian biayanya bisa mencapai Rp 600 juta. Dengan kata lain, keperluan besaran yang dibutuhkan nasabah asuransi untuk uang pertanggungan adalah sebesar Rp 624 juta atau setidaknya sekitar Rp 450 juta.

d. Needs Analysis Approach

Uang pertanggung in English adalah sum assured yang juga bisa dihitung menggunakan pendekatan needs analysis approach. Karena berfokus pada pemenuhan kebutuhan biaya hidup ahli waris tertanggung, pendekatan satu ini dinilai lebih kompleks dibanding lainnya.

Selain menghitung kebutuhan spesifik seperti dana pendidikan dan lainnya, needs analysis approach juga memperhitungkan nilai asuransi jiwa yang tertanggung miliki.

Misalnya, bapak YZ memiliki istri dan anak dengan kebutuhan masing-masing Rp 3 juta per bulan. Sementara kebutuhan dana pendidikan anak hingga jenjang S1 adalah sekitar Rp 1 miliar. Bapak satu anak ini ternyata sudah memiliki asuransi dari kantor senilai Rp 400 juta dan memiliki aset dengan nilai Rp 500 juta.

Poin-poin perhitungan uang pertanggungan adalah meliputi perkiraan kebutuhan biaya hidup istri, perkiraan kebutuhan biaya hidup anak tercinta hingga ia mencapai usia mandiri yaitu saat bisa mendapatkan penghasilan, serta dana pendidikan hingga S1. Kemudian, hasilnya akan dikurangi dengan nilai uang pertanggungan yang ia dapatkan dari kantor serta nilai aset yang dapat dicairkan. Perhitungan tersebut tentunya mempertimbangkan berbagai variabel seperti yang disebutkan.

Berapa Nilai Uang Pertanggungan Asuransi yang Ideal?

Masing-masing perusahaan asuransi akan memberikan jumlah uang pertanggungan yang berbeda. Ada yang bisa memberikan UP hingga mencapai miliaran rupiah.

Jika saat ini uang Rp 300 juta tampak besar, lain halnya dengan kehidupan di masa depan terlebih untuk perlindungan asuransi jiwa. Di Indonesia, biaya hidup semakin meningkat akibat inflasi yaitu sekitar 6-7 persen setiap tahunnya.

Apabila biaya hidup keluarga saat ini adalah Rp 12 juta, berarti uang 300 juta hanya bisa digunakan untuk membiaya hidup dalam beberapa tahun saja, bukan? Seiring dengan bertambahnya tahun, daya beli dari besaran uang pertanggungan semakin menurun. Sehingga jaminan proteksi yang didapatkan tidak mencukupi.

Besaran uang pertanggungan juga akan menentukan biaya premi asuransi yang nasabah asuransi bayarkan setiap bulan. Uang pertanggungan yang besar mengharuskan nasabah membayar premi yang tinggi. Pertanyaannya, berapa besaran nilai uang pertanggungan asuransi yang ideal?

Jawabannya, besaran yang ideal untuk sebuah nilai uang pertanggungan adalah tergantung beberapa faktor dan kebutuhan. Agar bisa menghitung uang pertanggungan yang ideal, sesuai dengan kebutuhan di masa depan serta tidak akan memberatkan nasabah asuransi secara finansial, bisa mulai mencoba melakukan perhitungan dengan memanfaatkan kalkulator uang pertanggungan asuransi jiwa.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengetahui tentang Pertimbangan Penentuan Uang Pertanggungan

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengetahui tentang Pertimbangan Penentuan Uang Pertanggungan
Sumber foto: fizkes via Shutterstock

Dalam menentukan nilai uang pertanggungan asuransi kesehatan atau asuransi jenis lain yang menawarkan benefit berupa uang pertanggungan, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa saja? Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai pertimbangan penentuan uang pertanggungan adalah sebagai berikut.

1. Nilai Ekonomis

Pertimbangan pertama dalam menentukan uang pertanggungan adalah nilai ekonomis yang menggambarkan kemampuan ekonomi calon tertanggung atau nasabah asuransi. Mereka bisa menghitung berapa pendapatan bersih setiap bulan dan berapa jumlah pengeluaran per bulannya.

Menghitung pendapatan bersih tergolong mudah yaitu mengurangi pendapatan kotor dengan sejumlah potongan, tunjangan, pajak, dan lain sebagainya.

2. Adanya Individu Selain Pihak Tertanggung, Termasuk Ahli Waris

Selain tertanggung, asuransi yang menawarkan uang pertanggung memerlukan individu yang akan menjadi ahli waris. Ia yang nantinya akan menerima manfaat UP saat terjadi risiko pada tertanggung. Jadi, hal penting yang perlu diketahui tentang uang pertanggungan adalah pihak-pihak lain selain pihak tertanggung tersebut.

Namun, perlu juga mempertimbangkan hal lain seperti beban tanggungannya di kemudian hari. Misalnya, apakah ahli waris dari tertanggung juga harus menghidupi anggota keluarga lain termasuk istri, anak, orangtua, atau adik.

3. Sangkutan Dana yang Terkait Pihak Lain di Dalam Aktivitas Bisnis

Hal yang penting untuk diperhatikan saat menentukan besaran uang pertanggungan adalah sebaiknya nasabah asuransi juga mempertimbangkan sangkutan dana terkait pihak lain dalam aktivitas bisnis. Jika nasabah memiliki sejumlah hutang yang baru bisa lunas beberapa tahun kemudian, perhitungkan juga hal tersebut. Dengan begitu, uang pertanggungan bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan tersebut dan kebutuhan lain sang ahli waris termasuk biaya kehidupan sehari-hari dan dana pendidikan anak hingga jenjang pendidikan tertentu.

Jadi, jangan sampai uang pertanggungan hanya cukup untuk melunasi hutang sedangkan perjalanan hidup ahli waris masih begitu panjang. Terlebih jika sumber pendapatan hanya berasal dari tertanggung sebagai kepala keluarga saja.

Karakteristik Uang Pertanggungan yang Bermanfaat

Uang pertanggungan adalah salah satu unsur penting dalam sebuah asuransi. Oleh sebab itu, calon nasabah harus menghitungnya dengan. Jika tidak, maka manfaat perlindungan yang mereka harapkan mungkin kurang maksimal. Saat berbicara tentang uang pertanggungan asuransi jiwa, ada 4 karakteristik yang menggambarkan seperti apa UP yang bermanfaat. Karakteristik yang menggambarkan uang pertanggungan adalah sebagai berikut.

a. Liabilities

Salah satu karakter dari uang pertanggungan asuransi yang bermanfaat adalah liabilities. Artinya, uang tersebut bisa penerima manfaat gunakan untuk menutup atau membayar hutang agar tertanggung tidak mewarisi hutang kepada ahli waris baik pasangan maupun anak.

Dengan begitu, uang tersebut bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya meskipun pada akhirnya semua uang pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi habis untuk menutupi hutang tertanggung semasa hidupnya.

b. Income

Uang pertanggungan asuransi Prudential maupun perusahaan lainnya yang bermanfaat juga memiliki karakteristik lain yaitu income. Maksudnya dari karakteristik income pada uang pertanggungan adalah uang tersebut bisa penerima manfaat gunakan sebagai pemasukan yang nantinya bisa untuk membiayai kehidupan atau kebutuhan sehari-hari di kemudian hari.

c. Final Expenses

Final expense merupakan karakteristik lain dari uang pertanggungan yang bermanfaat. Maksud dari karakteristik final expenses pada uang pertanggungan adalah ketika uang pertanggungan tersebut bisa membiayai pengeluaran-pengeluaran akhir seperti melunasi biaya rumah sakit, biaya penguburan, rumah duka, dan lainnya.

d. Education Fund or Estate

Yang terakhir, karakteristik uang pertanggungan adalah education fund or estate. Saat menentukan uang pertanggungan yang ingin kamu dapatkan setelah terjadi risiko kematian, uang tersebut harusnya bermanfaat untuk pendidikan anak setidaknya hingga ia menempuh jenjang pendidikan S1.

Cara Menghitung Premi Asuransi Terkait Uang Pertanggungan

Uang pertanggungan erat kaitannya dengan premi asuransi, yaitu sejumlah uang yang nasabah asuransi bayarkan guna mendapatkan manfaat proteksi yang diharapkan. Besaran premi asuransi juga biasanya tergantung pada jumlah uang pertanggungan yang ingin didapatkan saat terjadi klaim asuransi.

Sudah tahu bagaimana cara menghitungnya? Sebagai gambaran, contoh cara menghitung besaran premi asuransi terkait uang pertanggungan adalah sebagai berikut.

Misalnya, perusahaan asuransi menentukan uang premi sebesar Rp 150 ribu per bulan dengan jumlah tertanggung hingga 3 orang. Itu artinya kalau nasabah asuransi harus membayarkan uang premi dikalikan jumlah tertanggung yaitu Rp 200 ribu x 3 yaitu sebesar Rp 600 ribu per bulan. Tentunya, premi tersebut harus nasabah bayarkan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian yang tertulis dalam polis.

Itulah kenapa penting untuk menentukan uang premi berdasarkan kebutuhan, uang pertanggungan yang diharapkan, serta kemampuan nasabah dalam membayar premi setiap bulannya. Jangan sampai, pada akhirnya asuransi justru membebani finansial. Dan akhirnya mereka tidak sanggup membayar premi sebelum berakhir masa kontrak asuransi. Apabila terjadi, maka nasabah akan kehilangan manfaat pertanggungan yang seharusnya mereka dapatkan saat terjadi risiko.

Uang pertanggungan adalah bentuk tanggung jawab perusahaan asuransi kepada tertanggung. Jadi, uang pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris apabila terjadi risiko pada tertanggung, misalnya kecelakaan, cacat tetap total, atau meninggal dunia sesuai dengan ketentuan pada polis asuransi.

Ingin mendapatkan informasi lain seputar asuransi? Pastikan kamu, sebagai nasabah maupun seorang agen asuransi, selalu mengikuti artikel terbaru di blog Qoala Plus yang pastinya akan sangat bermanfaat.

Apabila tertarik untuk bergabung sebagai agen asuransi terbaik, kamu bisa segera mendaftarkan diri di Qoala Plus. Untuk menunjang pekerjaan, kamu juga bisa men-download aplikasi yang Qoala Plus sediakan melalui Google Play Store atau App Store di smartphone milikmu. Ikuti juga Qoala Plus di media sosial seperti Instagram Qoala Plus untuk dapatkan informasi terkini lainnya!