Tangible asset dan intangible asset adalah dua bentuk aset yang tersedia. Sederhananya, tangible asset adalah salah satu bagian dari kekayaan yang dimiliki oleh seseorang (individu) atau perusahaan itu sendiri. Aset sendiri merupakan sumber daya yang memiliki sejumlah nilai, dalam hal ini terutama nilai ekonomi.

Tangible assets adalah aset yang berwujud atau memiliki bentuk fisik. Lain halnya dengan intangible asset yang berarti sebuah aset yang tidak memiliki bentuknya. Ketika kamu sebagai seorang agen asuransi, ditanya terkait intangible asset dan tangible asset jelaskan apa perbedaannya? Jawabannya dari bentuk fisiknya. Ini merupakan perbedaan yang mendasar antara dua jenis aset yang tersedia.

Lantas apa itu tangible dan contohnya? Dalam kesempatan kali ini, kita akan bahas lengkap terkait tangible asset contoh, karakteristik serta cara menghitungnya. Namun, agar kita tidak kesulitan memahami pembahasannya, mari kita mulai dengan pembahasan terkait pengertiannya terlebih dahulu. Yuk, kita simak penjelasan yang telah dirangkum Qoala Plus di bawah ini!

Definisi dan Pengertian Tangible Asset

Secara definisi, tangible asset adalah sebuah aset yang memiliki nilai ekonomi atau nilai moneter yang terbatas serta paling penting memiliki bentuk fisik atau yang memiliki nama lain aset yang berwujud. Dalam penjelasannya, tangible adalah istilah yang sering berkaitan dengan intangible (yang berarti aset tidak berwujud).

Karena tangible asset adalah sebuah aset yang berwujud dan dapat dilakukan transaksi kapan pun dibutuhkan, transaksi tersebut dilakukan tentu untuk nilai moneter. Kendatipun nilai likuiditas pasar terjadi dinamika dengan nilai berbeda-beda, transaksi menggunakan tangible asset tetap dapat dilakukan.

Hal tersebut disebabkan karena tangible asset memiliki nilai tukar yang transaksional, berbeda dengan intangible asset yang tidak memiliki nilai tukar namun memiliki nilai teori. Karena, dari kunci dari tangible yaitu kekayaan bersih dan operasional bisnis yang sangat bergantung dengan aset yang memiliki bentuk wujud itu sendiri.

Jika kita melihat contoh intangible asset, seperti hak cipta, merk dagang, atau paten, hanya memiliki nilai teori dengan nilai transaksional yang dinamis. Sementara, tangible aset memiliki nilai transaksional yang sangat bergantung pada aset berwujud karena alasan utamanya manajemen aset atau implikasi aset.

Tangible asset akan tercatat di neraca dan wajib seimbang dalam persamaan sederhana yaitu aset dikurangi kewajiban dengan nilai yang sama dengan ekuitas pemegang saham yang mengatur neraca itu sendiri. Setiap perusahaan memiliki dua jenis aset, berwujud dan tidak berwujud. Aset berwujud memiliki bentuk dan merupakan aset yang paling dasar dalam neraca.

Bagi sebagian perusahaan yang ada dalam industri, tangible asset merupakan aset yang memiliki bentuk utama, juga hal tersebut dikarenakan tangible aset merupakan aset yang paling mudah dipahami, baik itu nilainya dan harganya itu sendiri.

Jadi, sebagai gambaran umum, seorang agen asuransi wajib mengetahui perbedaan tangible dan intangible asset ini. Sebab, hal ini juga akan mempengaruhi pengambilan keputusan atas produk asuransi yang akan diambil atau dikenakan. Misalnya, saat kita membahas tentang asuransi jiwa, dalam asuransi jiwa dikenal adanya dua macam aset, yaitu tangible asset (aset nyata), seperti rumah, kendaraan, sapi, kendaraan, dan lainnya serta intangible asset (aset tidak berwujud), seperti keahlian dokter, keterampilan mekanik, kepiawaian pengusaha, keahlian guru/trainer, dan lain sebagainya.

Dapatkan solusi kemudahan beransuransi, baik bagi nasabah maupun agen asuransi dengan dokumen dan proses klaim digital yang didukung teknologi terbaik di Qoala Plus!

Karakteristik dari Aktiva Berwujud atau Tangible Asset

Tangible asset memiliki karakteristik, karakteristik tersebut merupakan bagian penting dari aset yang berwujud itu sendiri. Berikut ini beberapa karakteristik yang melekat dalam setiap aset yang berwujud itu sendiri:

  • Karakteristik pertama yang memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat secara jelas oleh mata.
  • Aset berwujud memiliki operasional perusahaan yang digunakan secara aktif.
  • Benda atau bentuk aset berwujud dapat digunakan dan dimanfaatkan, namun bukan untuk dijadikan investasi atau pun dapat diperjualbelikan.
  • Karakteristik selanjutnya dari aset yang berwujud dapat memiliki umur yang panjang dalam penggunaannya, dan biasanya dapat digunakan lebih dari satu periode dalam akuntansi. Atau lebih dari satu tahun untuk usia sebuah benda yang relatif aman.
  • Dapat memberikan manfaat untuk masa depan, terutama manfaat dari aset berwujud yang akan bermanfaat di masa depan.

Yuk, gabung sebagai Mitra Qoala Plus untuk menjadi agen asuransi terbaik dan dapatkan berbagai pelatihan hingga cuan berlimpah!

Keuntungan Jadi Mitra Qoala Plus
Komisi Langsung
Komisi Langsung

Pendapatan instan setelah menjual beragam produk asuransi personal maupun komersial terbaik

Qoala Points
Qoala Points

Rewards berupa poin yang dapat ditukarkan ke dalam bentuk komisi

Rewards
Rewards

Hadiah atau bonus dalam bentuk lain yang bisa diperoleh melalui program atau campaign Qoala Plus

Perbedaan Tangible Asset dan Intangible Asset

Perbedaan Tangible Asset dan Intangible Asset
Sumber foto: bangoland via Shutterstock

Sebagaimana yang telah disinggung di awal penjelasan, bahwa tangible asset dan intangible asset merupakan dua jenis aset yang saat ini tersedia. Dua jenis aset ini saling berkaitan dan memiliki pengertian yang berlawanan. Hal ini merupakan perbedaan mendasar dari dua jenis aset tersebut.

Perbedaan selanjutnya, bahwa aset yang berwujud memiliki nilai transaksional dengan kegunaan yang lama. Sementara aset tidak berwujud tidak memiliki nilai transaksional, namun memiliki nilai teoritis. Maksud nilai teoritis bisa kita pahami dari contoh aset tidak berbentuk seperti hak cipta, hak paten, lisensi, merk dagang dan nilai merk. Dari contoh tersebut, kita bisa paham bahwa nilai teoritis dalam aset tidak berwujud sangat kental.

Berbeda dengan aset berwujud yang tidak memiliki nilai teoritis namun memiliki nilai transaksional yang berdasarkan pada kegunaannya yang memiliki waktu secara lama. Intangible asset tidak dapat diperjualbelikan ke perorangan ataupun dijual pada bursa efek, tetapi bisa dijual ke perusahaan lain untuk berbagai keperluan.

Aset tidak berwujud sangat berkontribusi atas kekayaan bersih pada nilai total perusahaan, yang kemudian dicatat dalam neraca. Sementara aset berwujud juga tercatat di neraca dan keseimbangannya wajib dijaga dengan nilai yang sama dengan ekuitas pemegang saham untuk mengatur keseimbangan neraca itu sendiri.

Untuk mempermudah memahami perbedaan dari aset berwujud dan tidak berwujud, berikut ini beberapa poin yang menjadi perbedaan dasar yang bisa mempermudahmu untuk mempelajarinya, yaitu:

a. Perbedaan dari Segi Wujud

Dari segi wujud, perbedaan yang ada jelas yaitu bentuk fisiknya.

b. Perbedaan dari Segi Perolehan

Dari segi perolehan, aset berwujud diperoleh dari pembelian langsung, kredit atau membangun sendiri, sementara aset tidak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau dari pemerintah.

c. Perbedaan dari Segi Depresiasi

Dari segi depresiasi, aset tidak berwujud tidak bisa dinilai menggunakan metode depresiasi, sementara aset berwujud dapat dilakukan dengan mempertimbangkan penyusutan itu sendiri.

d. Perbedaan dari Segi Umur

Dari segi umur, aset berwujud dapat digunakan terus menerus dan tidak terbatas, sementara aset tidak berwujud memiliki batas umur untuk digunakan.

e. Perbedaan dari Segi Pencatatan

Dari segi pencatatan, aset berwujud merupakan harga perolehan, sementara aset tidak berwujud berdasarkan oleh pembelian dan transaksi perusahaan yang terjadi.

Keunggulan Tangible Asset

Setiap aset memiliki keunggulan dan manfaatnya. Termasuk juga manfaat dan keunggulan aset berwujud. Salah satu keunggulannya yaitu dapat digunakan sebagai alat operasional perusahaan, juga dapat memiliki nilai transaksional yang dapat memiliki manfaat secara ekonomi di masa depan.

Karena aset berwujud memiliki secara fisik dan dapat terlihat oleh mata secara telanjang. Dapat diraba dan dapat disentuh serta digunakan. Aset berwujud ini dapat memproduksi sesuatu dan juga operasional. Bagi kamu yang ingin agar lebih memahami keunggulan tangible asset, bisa kamu lihat dalam poin di bawah ini:

  • Aset berwujud dapat berguna sebagai kegiatan operasional, dapat terlihat pada contoh tanah. Jika tanah kamu miliki sebagai aset berwujud, tanah tersebut dapat digunakan sebagai kegiatan operasional bagi perusahaan.
  • Aset berwujud dapat menunjang aktivitas perusahaan, terutama bangunan. Dapat digunakan untuk memproduksi berbagai produk perusahaan.
  • Aset berwujud dapat menunjang untuk proses mobilitas perusahaan, seperti contohnya kendaraan.
  • Aset berwujud dapat meningkatkan laba perusahaan, dengan peralatan untuk memproduksi produk sehingga perusahaan dapat memiliki daya jual yang tinggi.

Selain keunggulan tangible asset, sementara keunggulan intangible asset antara lain yaitu dapat memperkuat nilai perusahaan, terutama melalui merek dagang atau nilai brand suatu produk. Kendati sebuah aset yang tidak berwujud, namun karena nilai teoritis di dalamnya, memiliki kemampuan untuk memperkuat nilai itu sendiri.

Tangible Asset dan Aset Lancar

Aset merupakan sesuatu yang memiliki nilai tukar, modal dan kekayaan. Jika tangible dan intangible merupakan jenis aset yang dibedakan berdasarkan bentuknya, selain itu dibedakan dengan bentuk, aset juga dapat dibedakan menjadi dua jenis lainnya. Yaitu aset lancar dan aset tidak lancar.

Aset lancar merupakan salah satu jenis kekayaan yang dimiliki oleh setiap perusahaan yang dapat dicairkan ke dalam bentuk uang tunai dalam bentuk singkat, dengan tujuan untuk digunakan bagi keperluan perusahaan lainya. Kekayaan yang merupakan bagian dari aset lancar adalah sebagai berikut:

  • Uang kas yang dibutuhkan untuk operasional dan kebutuhan rumah tangga perusahaan. Kas perusahaan biasanya disimpan di bank yang telah melakukan kerja sama dengan perusahaan tersebut.
  • Piutang dagang, merupakan tagihan perusahaan kepada pihak lain untuk membayar hutang yang terjadi atas penjualan produk atau jasa yang dibayarkan dalam bentuk kredit.
  • Investasi jangka pendek, merupakan uang atau dana yang tidak terpakai dan digunakan sebagai modal untuk memutarkan dana tersebut agar dapat menghasilkan keuntungan atau laba.
  • Piutang wesel, merupakan tagihan perusahaan kepada pihak lain untuk membayar hutangnya pada waktu yang telah tercantum dalam surat perjanjian yang telah ditandatangani di atas materai dan kuat di mata hukum.
  • Surat berharga, merupakan surat saham atau obligasi yang bisa dijual kapanpun dengan tujuan dan kepentingan yang sangat mendesak.

Pengertian di atas terkait aset lancar diperlukan, karena aset lancar memiliki keterkaitan dengan tangible asset itu sendiri. Dalam pengertian lain dikenal dengan istilah aset jangka panjang. Ini disebabkan karena aset memiliki bentuk fisik dengan nilai transaksi yang terbatas dan dalam waktu yang panjang.

Setiap jenis dan contoh dari aset lancar di atas, merupakan contoh dari aset berwujud yang paling mudah dicairkan atau yang memiliki likuiditas tinggi. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa aset lancar dapat dicairkan dengan mudah dalam bentuk uang tunai.

Namun, aset berwujud dalam waktu tertentu, atau telah berlalu bertahun-tahun akan mengalami penurunan nilai atau depresiasi (penyusutan). Depresiasi tersebut merupakan notasi neraca bukan merupakan bagian dari kas yang mengalami pengurangan aset. Misalnya tangible aset yang berupa kendaraan, kendatipun dirawat, seiring berjalannya waktu, kendaraan yang terus digunakan secara lama, akan mengalami penyusutan nilai yang disebabkan oleh waktu penggunaan dan juga munculnya produk baru dari kendaraan jenis yang sama.

Pembagian Golongan Tangible Asset

Apa yang termasuk dalam tangible asset? Agaknya dari penjelasan di atas, kita sudah bisa paham apa yang dimaksud dengan tangible asset itu sendiri. Namun agar pemahaman kita lebih lengkap lagi, tentu kamu harus tahu pembagian golongan dari aset berwujud itu sendiri.

Berikut ini tiga golongan dari tangible asset, yaitu:

  1. Aktiva tetap yang berumur atau memiliki usia kegunaan yang tidak terbatas
  2. Aktiva tetap yang memiliki usia atau masa kegunaan yang terbatas dan dapat digantikan perannya oleh aktiva atau aset sejenis, terutama jika masa gunanya telah habis atau selesai
  3. Aktiva tetap dengan usia kegunaan terbatas dan tidak dapat digantikan dengan menggunakan aktiva atau aset sejenis lainnya

Mau jadi agen asuransi jiwa terbaik dengan dukungan teknologi yang membuat proses jualan asuransi jadi lebih mudah? Jadilah Mitra Qoala Plus dan rasakan kemudahannya!

Contoh yang Termasuk dalam Tangible Asset

Apa yang dimaksud dengan produk intangible berikan contoh? Dengan mengetahui contoh tangible asset dan intangible asset, hal tersebut dapat membuat kita dapat lebih memahaminya lagi. Dalam penjelasan di atas, disinggung beberapa contoh yang menjadi salah satu bagian dari aset berwujud.

Namun, agar lebih jelas lagi, berikut ini beberapa contoh aset berwujud beserta dengan manfaat yang dimilikinya. Contoh-contoh yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Tanah merupakan contoh aset berwujud yang paling jelas. Tanah merupakan aset dasar yang dibutuhkan oleh setiap orang, baik bagi individu atau perusahaan. Terutama bagi perusahaan, tanah dapat digunakan sebagai kegiatan operasional.
  • Bangunan merupakan contoh selanjutnya dari aset berwujud. Jika bagi perseorangan (individu) bangunan dalam hal ini berfungsi sebagai tempat berteduh atau rumah. Namun, bagi perusahaan bangunan dapat digunakan sebagai pabrik atau perkantoran.
  • Mesin adalah aset berwujud yang paling penting untuk dimiliki setiap perusahaan. Karena dengan adanya mesin, setiap perusahaan dapat menghasilkan produk yang dapat dijual ke pasaran. Secara sederhana, jika tidak ada mesin maka tidak akan ada produk dari perusahaan. Mesin sendiri terdiri dari banyak tipe dan jenis yang berbeda-beda kebutuhan dan peruntukannya.
  • Kendaraan adalah salah satu aset berwujud, aset ini memeran peran penting, terutama dalam distribusi barang produk yang dihasilkan perusahaan sebagai produsen, kepada masyarakat sebagai konsumen.

Jika didefinisikan lebih rinci, ada banyak jenis dari aset berwujud. Beberapa contoh di atas merupakan contoh dari aset berwujud yang umum dimiliki oleh setiap perusahaan serta dengan fungsi dan peranan yang amat penting.

Jadi agen asuransi terbaik dengan bergabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan cuan berlimpah!

Cara Menghitung Tangible Asset

Cara Menghitung Tangible Asset
Sumber foto: mapo_japan via Shutterstock

Berbeda dengan cara menghitung intangible asset yang membutuhkan banyak pertimbangan. Maksudnya saat melakukan penghitungan kamu harus mempertimbangkan nilai-nilai lain secara teoritis, bukan hanya secara teknis dan secara transaksional. Karena aset yang dihitung merupakan aset yang tidak berwujud.

Namun, untuk menghitung tangible asset terdapat cara yang bisa digunakan, yaitu dengan menggunakan rumus tangible assets debt coverage. Rumus ini merupakan rumus rasio yang digunakan untuk mengetahui perbandingan antara utang jangka panjang yang menjadi tanggungan perusahaan dengan aset tetap berwujud.

Karena, dengan melakukan perhitungan cakupan utang dari aset berwujud, setiap perusahaan dapat menemukan nilai aset berwujud yang menjadi miliki perusahaan yang dapat digunakan untuk membayar utang jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Rumus tangible assets debt coverage yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

  • tangible assets debt coverage = fixed assets/long term liabilities

Hasil yang paling umum yaitu dengan perbandingan 1:1, dengan perbandingan tersebut, utang jangka panjang dapat dibiayai oleh setiap satu rupiah dari setiap aset tetap yang ada. Jika angkat perbandingan semakin tinggi, maka perusahaan akan lebih berpeluang untuk mencari pinjaman baru yang semakin besar.

Jika angkat perbandingannya semakin rendah, maka aset berwujud yang dimiliki oleh perusahaan tidak dapat menjamin utang jangka panjang dan perusahaan diharapkan lebih bijak lagi untuk melakukan perhitungan. Ini merupakan rumus dan salah satu cara yang sangat efektif untuk menghitung nilai dari aset tidak berwujud.

Tangible assets adalah aset berwujud yang memiliki nilai transaksional dan manfaat untuk menunjang operasional perusahaan. Aset berwujud merupakan salah satu sumber daya yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan perusahaan. Semoga penjelasan di atas bisa menambah pengetahuan seputar aset dan sumber daya yang memiliki manfaat dan peran penting bagi perusahaan.

Jadi, sudah paham kan tentang pengertian tangible asset atau aset berwujud? Di samping pengetahuan soal finansial, temukan juga informasi lain seputar asuransi, salah satunya adalah cara mudah menjadi agen asuransi. Temukan panduan dan dapatkan pelatihan menjadi agen asuransi yang bisa hasilkan cuan dengan menjadi Mitra Qoala Plus sekarang juga! Tunggu apalagi? Install sekarang aplikasinya di Google Play atau App Store! Kamu juga bisa kunjungi laman Qoala Plus untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lainnya.