Pada dasarnya, kesuksesan perusahaan asuransi mendapatkan klien merupakan kerja keras dan tugas agen asuransi. Di Indonesia sendiri, dalam beberapa tahun terakhir menunjukan peningkatan banyak masyarakat yang membeli produk dari asuransi sebagai jaminan hidup di masa depan.

Menurut kamus Dewan Asuransi Indonesia agen asuransi adalah individu atau badan hukum yang melakukan aktivitas dalam memberikan dan memasarkan jasa asuransi bagi dan atas nama penanggung (dalam hal ini adalah perusahaan asuransi).

Sementara itu, menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Nomor 69/POJK.05/2016, pengertian agen asuransi adalah seseorang yang bekerja mandiri atau pada badan usaha yang bertindak dan bekerja atas nama perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi.

Hal-hal yang mengatur kegiatan dan tugas agen asuransi tercantum dalam UU No. 40 tahun 2014 tentang perasuransian. Kegiatan dari seorang agen asuransi antara lain adalah membuat kesepakatan antara pihak pengguna dengan perusahaan asuransi. Kesepakatan tersebut diatur dalam perjanjian asuransi secara tertulis.

Terdapat beberapa tugas agen asuransi yang mencakup beberapa aspek. Dalam kesempatan kali ini, Qoala Plus akan memberikan penjelasan mengenai tugas agen asuransi secara lengkap dan rinci.

Tugas Agen Asuransi Secara Umum

Tugas Agen Asuransi Secara Umum
Sumber foto: Seksan.TH via Shutterstock

Secara umum, agen asuransi bertugas untuk menjual produk asuransi kepada masyarakat. Untuk bisa dikatakan berhasil sebagai agen asuransi dengan penghasilan yang tinggi, kunci utamanya bukan pada produk yang kamu tawarkan. Akan tetapi cara kamu menawarkan produk asuransi itu sendiri.

Semakin banyak produk asuransi yang dibeli oleh masyarakat, maka semakin baik tugas agen asuransi. Namun, agen asuransi tidak bertugas semudah itu. Ada beberapa poin penting yang perlu dikuasai oleh agen asuransi dan tetap memegang teguh prinsip dan kode etik terkait perasuransian.

Beberapa tugas agen asuransi yang utama adalah menawarkan produk asuransi jiwa kepada calon nasabah dan melakukan pelayanan purna jual. Jadi, apabila kamu menemukan pernyataan tentang melakukan pembujukan kepada calon nasabah dengan hadiah, ini bukanlah bagian tugas agen asuransi. Nah, berikut ini adalah tugas-tugas agen asuransi secara umum.

1. Mempelajari Kebutuhan Calon Nasabah

Salah satu tugas agen asuransi Prudential dan asuransi dari perusahaan lain, secara umum adalah wajib mengetahui apa kebutuhan dari calon nasabah itu sendiri. Karena setiap nasabah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Dengan mengetahui kebutuhan nasabah dan ditambah pengetahuan yang lengkap terkait produk asuransi, seorang agen bisa memberikan penawaran yang tepat kepada nasabah. Hal ini akan mempermudah proses transaksi itu sendiri.

Pekerjaan agen asuransi adalah pekerjaan yang berkaitan dengan kepercayaan. Seorang agen asuransi tengah melakukan usaha untuk memberikan perlindungan kepada nasabah, terutama terkait sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, wajib bagi agen asuransi untuk mengetahui kebutuhan calon nasabah.

Seorang agen asuransi yang baik, akan membaca terlebih dahulu profil dan latar belakang calon nasabah secara menyeluruh, meneliti apa yang dibutuhkan dari profil dan latar belakang tersebut. Kemudian disesuaikan dengan produk asuransi yang dimiliki oleh setiap perusahaan.

2. Menawarkan Secara Jelas dan Lengkap Tentang Produk Asuransi

Tugas agen asuransi selanjutnya yaitu menjelaskan dengan lengkap terkait setiap jenis produk asuransi. Seperti misal bagaimana produk asuransi bekerja, mulai dari fitur, manfaat asuransi dan apa saja syarat yang harus disiapkan dan dipenuhi agar dapat membeli asuransi tersebut. Ini juga bagian dari kode etik karyawan agen asuransi.

Kejujuran adalah kode etik dari agen asuransi yang harus dijunjung tinggi. Seorang agen asuransi harus menjelaskan dengan jelas hingga calon nasabah benar-benar paham. Layani setiap pertanyaan yang muncul dari calon nasabah. Jawab dengan menggunakan pendekatan yang baik.

Jika seorang agen asuransi mempelajari profil dan latar belakang calon nasabah, agen asuransi akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan nasabah. Pada titik ini, seorang agen asuransi telah dapat memperkirakan pertanyaan apa saja yang muncul saat menjelaskan produk asuransi. Sisanya adalah kemampuan dari seorang agen asuransi untuk menyakinkan calon nasabah membeli produk asuransi yang ditawarkan.

3. Mengisi Surat Permohonan Asuransi Jiwa SPAJ Maupun Produk Lainnya Secara Lengkap dan Jelas

Seorang agen asuransi juga harus mengajukan SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) atau surat permohonan untuk produk lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempertegas dan memperjelas kekuatan hukum dari permintaan asuransi, terutama asuransi jiwa. Selain itu, hal ini juga merupakan bagian penting dalam proses pelaksanaan perjanjian asuransi yang dilakukan oleh agen asuransi dengan klien.

4. Menyerahkan Polis Apabila Transaksi Telah Selesai dengan Nasabah

Seorang agen asuransi juga harus menyerahkan polis asuransi, apabila kesepakatan dengan klien telah tercapai dan proses transaksi telah selesai. Dalam daftar agen asuransi, setiap agen harus menyerahkan polis sebagai salah satu syarat wajib jika kesepakatan telah dicapai dan proses telah selesai dilakukan. Bahkan, apabila ada pembelian selanjutnya, agen asuransi juga dapat membantu nasabah membeli polis baru yaitu dengan melakukan pelayanan reselling.

Jadi agen asuransi terbaik dengan bergabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan cuan berlimpah!

Tugas pada Diri Sendiri (Pengembangan Diri)

Tugas pada Diri Sendiri (Pengembangan Diri)
Sumber foto: oatawa via Shutterstock

Tugas agen asuransi juga wajib memikirkan pengembangan dirinya sebagai agen asuransi. Hal ini berkaitan dengan integritas dan profesionalisme sebagai agen asuransi. Oleh karena itu, seorang agen wajib mengasah beberapa kemampuan agar mempermudah kerjanya sebagai agen asuransi. Berikut ini beberapa perangkat kemampuan yang harus terus dikembangkan oleh seorang agen asuransi.

1. Pemahaman Kondisi Pasar dan Kebutuhan Saat Ini

Kemampuan pertama yang wajib terus diasah oleh seorang agen asuransi adalah memiliki pemahaman terkait kondisi pasar dan dapat membuat pemetaan terkait kebutuhan masyarakat atas asuransi itu sendiri. Ini merupakan syarat menjadi agen asuransi yang wajib dipenuhi. Dengan menguasai ini, seorang agen asuransi bisa membuat peta dan daftar masyarakat yang harus dikunjungi dan ditawarkan asuransi itu sendiri.

2. Skill Komunikasi dengan Orang Lain

Komunikasi merupakan kemampuan dasar seseorang, hal ini berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam pekerjaan sebagai agen asuransi, kemampuan komunikasi dengan orang lain merupakan skill utama yang harus dikuasai.

Dengan memiliki pembawaan yang tenang, dan mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang lain, akan mempermudah seorang agen asuransi untuk menawarkan produk asuransinya. Bahkan, jika pengalaman jadi agen asuransi telah ditempuh dalam waktu yang tidak sebentar, dapat membuat klien membeli produk asuransi yang ditawarkan.

Kemampuan komunikasi yang baik juga berpengaruh terhadap kinerja dari seorang agen asuransi untuk meyakinkan nasabah agar membeli produk asuransi. Meski banyak yang bilang bahwa komunikasi merupakan bakat alami, namun hal ini bisa dilatih. Menjadi agen asuransi harus menguasai kemampuan komunikasi yang baik.

Bahkan, jika kamu seorang yang sangat mencintai pekerjaan menjadi seorang agen asuransi, bisa menabung untuk mengikuti pelatihan agar kemampuan komunikasi semakin meningkat dan semakin baik lagi.

3. Kecerdasan Emosional

Gaji agen asuransi di Indonesia termasuk yang tinggi, berkisar dari Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, hal tersebut disebabkan karena seorang agen asuransi bekerja dengan kecerdasan emosional yang membutuhkan kemampuan dan pengalaman jadi agen asuransi dalam waktu yang lama.

Ketika seorang agen asuransi memiliki kecerdasan emosional yang baik, hal tersebut dapat membuat seorang agen asuransi meminimalisir resiko kerja. Biasanya, resiko jadi agen asuransi berkaitan dengan komplain dari klien yang merasa tidak diberikan informasi secara lengkap dan jelas. Jika seorang agen asuransi memiliki kecerdasan emosional yang kuat, hal tersebut dapat membuat seorang agen asuransi dengan mudah mengatasi problem di atas.

Berkaitan dengan kecerdasan emosional yang wajib dimiliki oleh seorang agen asuransi, hal ini juga berkaitan erat dengan kemampuan komunikasi. Seorang agen yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, akan memiliki kecerdasan emosional yang baik juga.

Dengan mengasah terus kecerdasan emosional dapat membuat seorang agen asuransi membaca emosi dari calon nasabah dan bahkan dapat meyakinkan calon nasabah untuk mengambil produk asuransi yang ditawarkan. Jangan lupa, kemampuan komunikasi yang baik disertai dengan memiliki kecerdasan emosional, dapat memberikan kepercayaan kepada calon nasabah untuk mengambil produk asuransi yang ditawarkan. Asuransi merupakan sebuah bisnis yang sangat bergantung terhadap kepercayaan.

4. Kekuatan Mental untuk Menghadapi Penolakan

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa resiko seorang agen asuransi adalah menghadapi berbagai komplain dari klien. Menghadapi hal ini tentu saja sangat membutuhkan kekuatan mental yang besar. Masih beruntung jika menghadapi komplain klien yang berarti transaksi telah terjadi dan kesepakatan telah tercapai. Banyak agen asuransi yang seringkali mendapatkan penolakan.

Menghadapi berbagai penolakan bukan persoalan yang mudah, dibutuhkan mental yang kuat agar terus bangkit dan melaksanakan pekerjaan setiap harinya. Pengalaman jadi agen asuransi dipenuhi oleh lika-liku yang sangat pelik, yang mungkin saja dapat menguras mental seorang agen asuransi. Maka dari itu, syarat menjadi agen asuransi harus dan wajib dimiliki.

5. Adaptasi untuk Mengikuti Perkembangan Industri Asuransi Maupun Teknologi

Seorang agen asuransi harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perkembangan industri asuransi. Terutama saat ini, dengan berkembangnya teknologi digital, membuat industri asuransi harus mengikuti dan melakukan beberapa penyesuaian.

Untuk itu, selalu beradaptasi dengan berbagai pembaharuan setiap harinya adalah syarat lain yang wajib dipenuhi oleh seorang agen asuransi. Namun setiap perjuangan keras yang telah dilakukan selama ini pasti akan membuahkan hasil. Jika seorang agen asuransi berhasil menjual produk asuransinya, biasanya mereka akan mendapatkan bonus apalagi yang berhasil mengejar target. Hal in merupakan salah satu keuntungan agen asuransi itu sendiri.

Mau jadi agen asuransi jiwa terbaik dengan dukungan teknologi yang membuat proses jualan asuransi jadi lebih mudah? Jadilah Mitra Qoala Plus dan rasakan kemudahannya!

Tugas pada Perusahaan

Tugas pada Perusahaan
Sumber foto: fizkes via Shutterstock

Ada beberapa serangkaian tugas agen asuransi yang harus dipenuhi terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Dengan memenuhi serangkaikan kewajiban agen asuransi terhadap perusahaan, dapat membantu dan mempermudah agen asuransi kelak ketika menawarkan produk asuransi kepada klien atau nasabah itu sendiri.

1. Memahami Visi dan Misi Perusahaan

Syarat menjadi agen asuransi yang paling pertama adalah harus mengetahui dan memahami visi dan misi dari perusahaan asuransi tempat agen bekerja. Visi dan misi perusahaan asuransi merupakan landasan perusahaan tersebut bergerak di bidang asuransi. Visi dan misi juga yang menentukan jenis pelayanan perusahan.

Hal tersebut dapat terlihat dari setiap produk asuransi yang keluarkan. Dari setiap produk asuransi yang dimiliki oleh perusahaan asuransi, tidak akan pernah terlepas dari visi misi perusahaan sebagai landasan utama menjalankan perusahaan itu sendiri. Sebagai agen asuransi, sudah selayaknya mengetahui dan memahami hal ini dengan baik. Karena visi dan misi juga akan disampaikan kepada calon nasabah nantinya.

2. Mengidentifikasi Target dan Tujuan dari Perusahaan

Seorang agen asuransi juga harus dapat mengidentifikasi target dan tujuan dari perusahaan. Setiap perusahaan asuransi biasanya memiliki target tertentu yang menjadi tujuan dari perusahaan itu sendiri. Para agen asuransi bekerja untuk memastikan target perusahaan tercapai dan tetap dalam tujuan perusahaan. Hal ini juga berkaitan dengan pemetaan terhadap calon nasabah beserta dengan kebutuhan asuransinya yang berbeda-beda.

3. Mengaplikasikan Kinerja Sesuai Panduan Perusahaan

Dari visi dan misi perusahaan biasanya memiliki turunannya yang merupakan sebuah panduan dan pedoman perusahaan. Para agen asuransi harus mengaplikasikan panduan dan pedoman perusahaan tersebut dalam setiap kinerjanya. Hal ini dapat membuat perusahaan tetap pada jalur sesuai visi dan misi yang telah dirumuskan. Selalu mengaplikasikan kinerja sesuai panduan dari perusahaan adalah syarat menjadi agen asuransi yang sesuai dengan kode etik.

4. Melakukan Kegiatan Pemasaran

Tugas agen asuransi adalah memastikan masyarakat sebagai calon nasabah membeli produk asuransi yang diberikan. Untuk dapat mencapai hal tersebut, tentu saja seorang agen asuransi hari membuat strategi pemasaran. Strategi pemasaran bertujuan menjamin setiap kegiatan pemasaran yang dilakukan sesuai sasaran. Para agen asuransi dapat menyusun strategi pemasaran dan melakukannya jika telah melakukan identifikasi dan membuat pemetaan target calon nasabah. Ini adalah salah satu syarat menjadi agen asuransi yang harus dipenuhi.

5. Menggunakan Dokumen Resmi yang Diterbitkan Perusahaan

Saat menjalankan proses penawaran kepada calon nasabah, agen asuransi harus menggunakan dokumen resmi yang diterbitkan perusahaan. Agen asuransi tidak diperbolehkan menggunakan dokumen buatan sendiri, meskipun sesuai dengan visi misi dari perusahaan. Karena jika hal tersebut dilakukan, akan membuat calon nasabah bertanya tentang keabsahan asuransi itu sendiri.

Agen asuransi adalah perwakilan perusahaan asuransi, oleh karena itu sudah wajib bagi setiap agen asuransi menggunakan dokumen resmi yang diterbitkan perusahaan. Jika seorang agen berhasil mencapai target sasaran, mereka akan mendapatkan komisi agen asuransi terbesar yang tidak pernah disangka sebelumnya.

6. Memberitahukan Jumlah Premi Sesuai yang Ditetapkan Perusahaan

Salah satu kewajiban dari agen asuransi ketika melakukan transaksi dengan nasabah adalah memberitahukan jumlah premi sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan. Berdasarkan kode etik agen asuransi, setiap agen harus berlaku jujur terhadap setiap informasi asuransi itu sendiri. Hal ini berbeda dengan jumlah komisi yang akan didapatkan, karena biasanya terkait hal ini memiliki perhitungan yang berbeda tergantung produk asuransi yang digunakan.

Jumlah setiap komisi agen asuransi berbeda-beda, tergantung pada setiap perusahaannya. Komisi agen asuransi AIA, Allianz dan perusahaan asuransi lainnya tentu berbeda-beda. Namun jumlah komisi yang akan didapatkan tentu saja sepadan dengan kerja keras yang dilakukan oleh agen asuransi.

7. Hak Milik Intelektual dengan Persetujuan Perusahaan Asuransi

Produk asuransi merupakan Hak Milik Intelektual perusahaan asuransi, seorang agen harus memastikan persetujuan terkait ini dengan nasabah saat melakukan asuransi. Lagi-lagi, hal ini berkaitan dengan kode etik seorang agen asuransi dan juga bagian dari dokumen yang harus disampaikan saat transaksi dilakukan dengan klien.

8. Menjaga Kepemilikan dan Kerahasiaan Data Nasabah

Tugas agen asuransi selanjutnya adalah memastikan kepemilikan dan kerahasiaan data nasabah yang mengambil produk asuransi. Hal ini merupakan jaminan paling utama yang harus diberikan oleh agen asuransi kepada setiap nasabah. Agen asuransi perlu meyakinkan calon nasabah bahwa data kepemilikan sangat terjamin kerahasiaannya. Karena jika tidak, hal ini akan berimbas pada citra perusahaan asuransi itu sendiri.

9. Memastikan Nasabah Memberikan Informasi yang Jelas dan Benar

Meskipun tugas berat, namun agen asuransi harus dengan sabar membimbing setiap nasabahnya untuk memberikan data dan informasi yang jelas dan benar. Karena hal ini akan berdampak pada berkas dokumen selanjutnya, jika nasabah memberikan informasi yang kurang jelas atau bahkan tidak benar.

Selain itu, agen asuransi juga harus dengan jeli dan teliti memastikan bahwa setiap data dan informasi telah diberikan dengan benar. Meskipun tugas berat, namun hasil yang didapatkan oleh agen asuransi akan sangat sepadan. Karena ada komisi agen asuransi Allianz yang menunggu jika seorang agen asuransi berhasil memasarkan produk dan mendapatkan nasabah.

10. Menyampaikan Laporan Tenaga Pemasar

Tugas agen asuransi selanjutnya adalah menyampaikan laporan, terutama terkait kinerja dan tenaga pemasar di lapangan. Laporan yang disampaikan tersebut akan dijadikan landasan untuk evaluasi kinerja dan juga menentukan strategi dan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Dalam proses pelaksanaannya setiap tenaga pemasar atau agen, akan selalu mendapatkan kesulitan dan masalah. Masalah-masalah tersebut perlu dilaporkan untuk dicari solusinya.

11. Bebas dari Tindak Pidana Pencucian Uang hingga Manipulasi Penjualan

Haram hukumnya bagi setiap agen asuransi untuk melakukan tindakan pidana seperti pencucian uang atau memanipulasi penjualan. Karena hal ini tentu saja dapat merugikan perusahaan, selain itu juga masuk dalam tindakan pidana di mata hukum. Bukan hanya mengabaikan tugas agen asuransi, juga telah melanggar kode etik. Profesionalisme dan kredibilitas seorang agen asuransi kemudian akan dipertanyakan.

12. Pelaporan Apabila Ada Pelanggaran Agen Lain

Agar tugas agen asuransi terbantu dan saling memudahkan, antara satu agen asuransi dengan agen asuransi lainnya harus saling mengawasi. Bila terlihat ada indikasi pelanggaran dari agen asuransi lain, jangan segan untuk melaporkan. Tentunya dengan telah menyiapkan bukti yang mendukung laporan tersebut. Karena jika dibiarkan, akan berdampak pada kinerja agen asuransi lainnya dan tentu saja akan berdampak pada perusahaan asuransi itu sendiri.

Dapatkan solusi kemudahan beransuransi, baik bagi nasabah maupun agen asuransi dengan dokumen dan proses klaim digital yang didukung teknologi terbaik di Qoala Plus!

Tugas Agen Asuransi pada Nasabah

Tugas Agen Asuransi pada Nasabah
Sumber foto: PR Image Factory via Shutterstock

Ada beberapa rangkaian tugas agen asuransi yang harus dipenuhi kepada nasabah. Hal tersebut biasanya berkaitan dengan teknis dalam proses penawaran asuransi yang diberikan.  Berikut ini beberapa tugas yang wajib dipenuhi oleh agen asuransi terhadap nasabahnya:

1. Menyiapkan Materi Informasi Bagi Nasabah Maupun Calon Nasabah

Saat berhubungan dan berkomunikasi dengan nasabah, seorang agen asuransi harus menyiapkan materi informasi yang lengkap baik terhadap calon nasabah atau nasabah itu sendiri. Karena seorang agen asuransi harus membuat calon nasabahnya paham secara jelas dan mengetahui lengkap terkait setiap produk asuransi yang ditawarkan.

2. Menawarkan Produk Asuransi dan Membuat Prospek Agar Nasabah Menyadari Kebutuhannya

Hal yang jarang disadari oleh agen asuransi, jika gagal mendapatkan nasabah dan mengalami beberapa penolakan, yaitu kesesuaian produk asuransi dengan kebutuhan nasabahnya. Di Indonesia, sebagian besar masyarakatnya masih belum banyak yang menyadari betapa pentingnya asuransi untuk kehidupan di masa depan.

Oleh karena itu, pertama-tama, seorang agen asuransi harus memahami dulu kebutuhan nasabah dan membuat prospek di masa depan jika calon nasabah tersebut mengambil produk asuransi. Ketika hasil kebutuhan nasabah ditemukan, lalu tawarkan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya.

3. Membantu Pemegang Polis untuk Memenuhi Semua Syarat (Pemulihan)

Salah satu tugas agen asuransi terhadap nasabah yang adalah pemegang polis atau tertanggung yaitu membantu nasabah untuk memenuhi semua syarat (pemulihan). Agen yang sedang membantu pemegang polis untuk memenuhi semua syarat agar polisnya kembali aktif sedang melakukan tugas pemulihan tersebut. Hal ini merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan oleh seorang agen asuransi sebagai yang bertanggung jawab terhadap produk yang diambil oleh nasabah itu sendiri.

4. Memberikan Layanan Purna Jual hingga Mendampingi Nasabah Selama Masa Polis Berlangsung

Tanggung jawab seorang agen asuransi terhadap nasabahnya adalah harus memberikan pelayanan purna jual serta selalu mendampingi nasabah selama nasabah tersebut memegang polis. Sudah menjadi tugas agen asuransi untuk menjalin hubungan baik dengan nasabah, dan membantu nasabah dalam setiap permasalahan yang dihadapi.

5. Membuka Ruang Konsultasi dan Bantuan

Tugas yang tidak kalah penting dari seorang nasabah adakah memberikan waktu dan ruang untuk konsultasi dan bantuan atas setiap masalah yang dihadapi oleh nasabah. Terkait dengan masalah yang dialami nasabah dan memberikan bantuan teknis serta rencana pembiayaan sudah menjadi seperangkat tanggung jawab dari agen asuransi, ini merupakan bagian dari kode etik agen asuransi sekaligus pelayanan penuh terhadap nasabah itu sendiri.

6. Memahami Keberatan Nasabah Tanpa Perlu Berargumen

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, seorang agen asuransi memiliki resiko yaitu mendapatkan komplain atau keberatan dari nasabah. Komplain atau keberatan dari nasabah sudah menjadi asupan setiap hari bagi agen asuransi. Mengenai proses penjualan asuransi, termasuk asuransi jiwa, apabila nasabah mengajukan keberatan, agen asuransi tidak perlu berargumen. Maksudnya, ketika berhadapan dengan nasabah yang keberatan, sebagai agen asuransi yang baik harus memahami keberatan tersebut dan memberikan solusi terbaik tanpa harus mengeluarkan argumen, yang bisa memperburuk suasana.

7. Membantu Proses Penutupan Polis yang Diajukan oleh Nasabah

Walaupun hal ini mungkin bukan hal yang diharapkan oleh agen asuransi, namun ketika ada nasabah yang ingin menutup polis, seorang agen asuransi harus membantunya hingga tuntas. Karena sudah menjadi bagian dari tanggung jawab seorang agen asuransi. Namun, sebagai agen asuransi, juga memiliki hak untuk bertanya alasan nasabah ingin menutup polis. Jika ada peluang dan kesempatan untuk membatalkan niat nasabah, hal tersebut boleh diusahakan. Namun jika nasabah bersikukuh untuk menutup polisnya, seorang agen asuransi harus membantu dan mendampinginya hingga selesai.

Tugas pada Masyarakat

Tugas Agen Asuransi bagi Masyarakat
Sumber foto: Who is Danny via Shutterstock

Seyogyanya, target pasar produk asuransi adalah masyarakat itu sendiri, masyarakat yang berasal dari semua kalangan. Maka dari itu, salah satu tugas agen asuransi yaitu kepada masyarakat sebagai target pasar produk asuransi yang ditawarkan. Seorang agen asuransi harus menguasai segala aspek terkait asuransi agar dapat dijelaskan dengan baik terhadap masyarakat sebagai target sasaran pasar produk asuransi itu sendiri.

1. Memberikan Informasi yang Akurat

Ini alasan utama kenapa seorang agen asuransi harus menguasai informasi terkait produk asuransi secara menyeluruh, agar seorang agen dapat memberikan informasi yang akurat. Hal ini juga sekaligus sebagai bagian dari edukasi terhadap masyarakat terkait asuransi yang belum populer di kalangan masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah.

2. Membuat Perspektif yang Positif atas Industri

Tugas agen asuransi kepada masyarakat selanjutnya yaitu wajib membuat perspektif yang positif atas industri asuransi. Karena banyak kalangan masyarakat, terutama dalam kalangan menengah dan bawah yang memiliki perspektif negatif terhadap asuransi.

Pada titik ini tugas agen asuransi sangat penting. Selain memberikan edukasi terkait pentingnya asuransi, sebelum hal tersebut dapat dilakukan, agen asuransi harus meyakinkan masyarakat terlebih dahulu agar perspektif terhadap asuransi berubah. Banyak masyarakat yang memiliki perspektif negatif terhadap asuransi karena mereka menelan bulat-bulat informasi dari berita terkait asuransi yang bertendensi negatif.

Tugas Agen Asuransi dari Segi Administrasi

Adanya tugas agen asuransi yang merupakan kewajiban dan harus dipenuhi, yaitu tugas seorang agen asuransi dari segi administrasi. Hal ini berkaitan dengan beberapa administrasi dan pemberkasan. Agar lebih jelas, di bawah ini akan diurai penjelasan lengkapnya.

1. Surat Permohonan Asuransi Jiwa SPAJ Maupun Jenis Produk Lainnya

Tugas agen asuransi dari segi administrasi yang pertama yaitu harus mengajukan Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ) atau surat permohonan untuk jenis produk asuransi lainnya. Surat permohonan ini bertujuan untuk memperkuat proses pengajuan asuransi di mata hukum. Dengan mengajukan surat permohonan, pengajuan asuransi menjadi lebih kuat di mata hukum.

2. Laporan Rahasia Agen

Tugas agen asuransi dari segi administrasi yang kedua adalah membuat laporan rahasia agen, atau dalam bahasa sederhana, seorang agen asuransi harus menjaga data dan kerahasiaan nasabahnya. Dalam kajian resmi yang dikeluarkan oleh OJK, menyarankan seorang agen asuransi untuk tidak memberikan informasi secara lengkap tentang nasabah terkait laporan perkembangan dana.

Hal ini merupakan bagian dari kode etik agen asuransi untuk menjaga kerahasiaan nasabah yang dipegangnya. Memunculkan rasa percaya dari calon nasabah kepada agen perusahaan sangat penting. Karena, dengan rasa percaya yang tumbuh dari nasabah kepada agen, akan memudahkan agen tersebut dalam melakukan evaluasi dan monitoring selama proses asuransi berlangsung.

3. Underwriting Medis dan Keuangan Calon Nasabah

Seorang agen asuransi juga harus melakukan verifikasi terkait kondisi medis dan keuangan calon nasabah, sebelum proses transaksi selesai dan mencapai kesepakatan. Hal ini bertujuan untuk menguji dan menilai risiko dari setiap calon nasabah yang akan mengajukan asuransi.

Dari data hasil underwriting medis dan keuangan calon nasabah, tugas agen asuransi selanjutnya akan mengevaluasi apa saja potensi risiko yang akan dihadapi oleh calon nasabah. Seorang agen asuransi juga harus menyampaikan risiko apa saja yang dimiliki oleh calon nasabah, baik dalam segi medis dan segi keuangan calon nasabah itu sendiri.

4. Pemulihan Polis

Tugas agen asuransi selanjutnya yaitu melakukan pemulihan polis. Pemulihan polis sendiri merupakan pengaktifan kembali polis-polis yang telah lapse (batal), namun ini berlaku hanya untuk polis khusus. Terutama jenis polis yang memiliki fitur dan fasilitas yang dapat diaktifkan kembali. Kegiatan ini juga menjadi tugas administrasi yang wajib dipenuhi oleh seorang agen asuransi itu sendiri. Meskipun, ketika penutupan polis, akan sangat berat bagi seorang agen asuransi. Namun akan selalu ada kemungkinan untuk dipulihkan kembali.

5. Klaim Jatuh Tempo

Klaim jatuh tempo dalam asuransi adalah klaim yang disebabkan nasabah telah habis masa kontrak pembayaran premi asuransi. Kontrak pembayaran premi sendiri ditetapkan atas kesepakatan bersama dalam perjanjian antara Nasabah dan agen asuransi itu sendiri. Melakukan klaim asuransi merupakan salah satu tugas agen asuransi dari segi administrasi.

6. Klaim Kematian

Tugas agen asuransi secara administrasi terakhir yaitu melakukan klaim kematian bagi nasabah yang meninggal dunia. Klaim kematian dapat dilakukan ketika seorang nasabah meninggal. Biasanya masa pencairan klaim ini dibutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja, terhitung dari tanggal klaim kematian dilakukan dan berkas pengajuan diterima dengan lengkap. Biasanya, perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait klaim kematian.

Tugas dan Kewajiban Tenaga Pemasar atau Agen Asuransi Terhadap Profesi Menurut Kode Etik Agen Asuransi

Setiap agen asuransi harus bertanggung jawab terhadap profesinya dan menjunjung tinggi kode etik agen asuransi yang telah ditetapkan. Karena, agen asuransi, dalam konteks ini terutama asuransi jiwa, harus memastikan setiap klien memahami segala peraturan dan perjanjiannya asuransi itu sendiri.

Hal tersebut dapat dicapai oleh agen asuransi itu sendiri. Berikut ini beberapa penjelasan terkait tugas dan kewajiban agen asuransi terhadap profesi berdasarkan kode etik.

1. Perjanjian Keagenan

Kewajiban agen asuransi adalah melakukan perjanjian keagenan dengan pembeli asuransi. Perjanjian keagenan ini penting dan akan mengikat antara agen asuransi dan pembelinya. Perjanjian ini bertujuan untuk memasarkan produk asuransi, terutama asuransi jiwa. Perjanjian keagenan ini dibuat dan ditandatangani oleh dan antara agen dan perusahaan asuransi itu sendiri.

2. Agen Wajib Memiliki dan Menandatangani Perjanjian Keagenan Hanya dengan Satu Perusahaan Asuransi Jiwa

Salah satu kode etik agen asuransi yang harus ditaati yaitu agen wajib memiliki dan menandatangani perjanjian keagenan. Perlu diingat bahwa agen hanya boleh menandatangani perjanjian dengan hanya satu perusahaan asuransi jiwa. Kecuali, ada ketentuan lain oleh peraturan perasuransian yang diberlakukan. Ketentuan ini tidak berlaku bagi tenaga pemasar non agen.

3. Sertifikasi Keagenan

Seorang agen mesti memiliki sertifikasi keagenan, hal ini untuk menunjang dan meningkatkan performa dari agen asuransi tersebut. Sertifikasi profesi bukan hanya dimiliki oleh pekerjaan agen saja, saat ini beberapa profesi memiliki sertifikasi. Sertifikasi tersebut merupakan indikator untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menjalankan profesi, begitu juga dengan seorang agen. Agar kinerja agen bisa semakin profesional dan lebih baik, proses sertifikasi lebih baik dilakukan.

4. Tenaga Pemasar Wajib Memiliki Sertifikat Keagenan yang Dikeluarkan oleh AAJI Sebelum Melakukan Pemasaran dan/atau Penjualan Produk Asuransi Jiwa

Salah satu sertifikasi keagenan yang paling kompeten dikeluarkan oleh AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). AAJI sendiri merupakan organisasi yang mengatur dan mengawasi terkait perasuransian. Termasuk para agen yang memasarkan asuransi, terutama asuransi jiwa. Baiknya, sebelum mencoba memasarkan asuransi jiwa, setiap agen lebih baik memiliki sertifikasi keagenan dari AAJI.

5. Pelatihan dan Pengembangan

Karena proses sertifikasi merupakan sebuah kegiatan untuk mengukur kompetensi dari seorang agen, maka dari itu agen asuransi harus terus memperdalam kelimuannya. Pengalaman yang banyak tanpa diperkuat dengan keilmuan yang cukup tidak akan menghasilkan profesionalitas bagi agen.

Untuk menyeimbangi hal tersebut, para agen harus terus menimba ilmu. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan tentang keagenan. Hal ini juga merupakan bagian dari kode etik dari seorang agen untuk terus mengasah kemampuannya.

6. Tenaga Pemasar Wajib Mengikuti Pelatihan dan Pengembangan Dasar dan Lanjutan

Tanpa pelatihan dan pengembangan dasar/lanjutan para agen dan pemasar tidak memiliki kemampuan yang baik. Pelatihan dan pengembangan dasar lanjutan merupakan basic yang perlu dikejar. Ibarat sebuah bangunan, pelatihan dan pengembangan dasar merupakan sebuah pondasi. Tanpa pondasi, bangunan utuh tidak akan pernah bisa berdiri kokoh.

Pelatihan dan pengembangan juga bagian dari peningkatan profesionalisme kerja, sebagaimana yang dijelaskan dalam poin sebelumnya. Hal ini juga merupakan bagian dari kode etik agen asuransi, sebagaimana diisyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, peraturan AAJI dan peraturan asuransi jiwa.

Itulah beberapa tugas agen asuransi dalam beberapa konteks, mulai dari tugas agen secara umum, tugas agen terhadap perusahaan, masyarakat hingga kepada organisasi yang membawahi dan mengawasi tugas agen asuransi. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan kita seputar asuransi dan keagenan.

Tertarik menjadi agen asuransi untuk mendapatkan penghasilan tambahan? Kini, menjadi agen asuransi bisa jadi lebih mudah di Qoala Plus. Selain itu, di blog Qoala Plus kamu juga bisa mendapatkan banyak bacaan menarik tentang tips memilih berbagai produk asuransi, mulai dari kesehatan, kendaraan, pendidikan, harta benda dan sebagainya yang tentunya bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu.

Untuk cara jadi Mitra Qoala Plus dan informasi seputar agen asuransi lainnya, install aplikasi Qoala Plus dengan mengunduhnya di Google Play atau App Store! Kamu juga bisa kunjungi laman Qoala Plus untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lainnya.