Bicara tentang tips mengatur keuangan tetap aman, perlu disadari juga tentang adanya kemungkinan kondisi keuangan yang tidak stabil. Guncangan finansial memang menjadi sebuah hal yang kapan saja dapat dialami oleh siapapun. Situasi tidak menentu inipun tengah terjadi di dunia maupun di dalam negeri. Seperti yang disampaikan oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia, seluruh negara di dunia diprediksi akan menghadapi resesi. Situasi yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga sejumlah negara maju ini memberikan dampak besar pada ekonomi di negara-negara tersebut.

Tidak sampai di situ saja, model bisnis yang berubah melalui perampingan perusahaan juga memberikan potensi gelombang PHK atau lay-off secara massal, terlebih bagi perusahaan-perusahaan rintisan atau start-up companies dengan model bisnis yang masih belum begitu stabil.

Dengan kondisi-kondisi tak terduga tersebut, banyak pula karyawan yang mengalami imbas berupa pemutusan hubungan kerja atau yang juga dikenal dengan PHK. Berkaca dari kasus ini, tentunya kesadaran tentang literasi finansial atau financial literacy sangat penting untuk dimiliki. Pasalnya, pengetahuan tersebut dapat membantu kita untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai risiko tak terduga yang mungkin terjadi di masa depan.

Agar kita memiliki rasa aman dan tanpa ketakutan, kita dapat melakukan berbagai cara untuk mengantisipasinya agar kondisi finansial tetap stabil. Kali ini, Qoala Plus telah merangkum 10 tips mengatur keuangan agar tetap aman sebagai bentuk antisipasi di tengah badai kasus PHK massal di Indonesia. Yuk, simak cara-caranya yang menjadi bagian dari persiapan finansial atau financial planning dengan tepat dan sebaik mungkin berikut ini!

1. Tips Mengatur Keuangan dengan Menyiapkan Dana Darurat yang Cukup

Tips Mengatur Keuangan dengan Menyiapkan Dana Darurat yang Cukup
Sumber foto: bangoland via Shutterstock

Untuk memiliki financial planning yang baik, kita tak hanya sebatas memiliki tabungan saja. Dana darurat juga merupakan hal krusial yang wajib dimiliki sebagai pengaman dalam menghadapi situasi-situasi tak terduga.

Ancaman PHK memang juga mendatangkan kemungkinan bagi seseorang untuk memanfaatkan gaji terakhir ataupun pesangon yang diberikan oleh perusahaan. Namun, perlu disadari pula bahwa nominal yang terbatas itulah membuat seseorang semestinya makin menyadari tentang pentingnya kepemilikan dana darurat.

Tips mengatur keuangan yang aman dalam hal ini yang bisa kita lakukan adalah dengan membuat perhitungan segala biaya untuk pengeluaran yang dibutuhkan sehari-hari. Apabila bicara soal ancaman PHK, kita perlu mengukur perkiraan pengeluaran tersebut selama target kurun waktu untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Pengaturan keuangan ini juga perlu dibarengi dengan gaya hidup yang sesuai pula agar tetap dapat berhemat. Hindari dulu pengeluaran-pengeluaran yang tidak begitu penting. Selain itu, tetaplah mengalokasikan pula sebagian anggaran untuk dana darurat. Tentunya, tips mengatur keuangan ini dapat membantu kita untuk berjaga-jaga apabila membutuhkan waktu yang lebih lama hingga bisa mendapatkan pemasukan kembali.

Apabila belum memiliki dana darurat, segera sisihkan penghasilan bulanan untuk dana darurat ini yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan mendesak. Tips mengatur keuangan dengan memiliki dana darurat ini adalah dengan setidaknya memiliki dana darurat sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan. Sementara, bagi yang sudah berkeluarga, kita sebaiknya menyiapkan dana darurat sebesar 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

2. Miliki Pekerjaan Sampingan yang Menghasilkan Uang Tambahan

Tips mengatur keuangan selanjutnya adalah dengan mencari penghasilan tambahan. Tak hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan utama yang dimiliki saat ini, sumber pendapatan uang tambahan juga bisa dicapai dengan memiliki usaha maupun pekerjaan sampingan.

Walau nilainya bisa jadi tak sebesar pendapatan utama, memiliki penghasilan tambahan dapat membuat kita merasa lebih aman di tengah situasi ancaman PHK. Oleh sebab itu, cobalah untuk tidak menunda dalam mencari peluang serta mengambil kesempatan untuk memiliki kerja sampingan ini. Pasalnya, penghasilan tambahan juga dapat menjadi penyelamat dana darurat kita serta meningkatkan tabungan.

Salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah dengan menjadi agen asuransi, seperti di Qoala Plus. Dengan menjadi Mitra Qoala Plus, kita akan berpeluang untuk memiliki penghasilan tambahan, berbagai bonus, hingga benefit lainnya. Menjadi agen asuransi sebagai Mitra Qoala Plus juga dapat dilakukan sebagai pekerjaan sampingan karena adanya fleksibilitas waktu kerja yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tertarik untuk menjadi Mitra Qoala Plus?

Dapatkan beragam pelatihan untuk menjadi agen asuransi terbaik di Indonesia! Bergabung menjadi Mitra Qoala Plus di sini untuk dapatkan berbagai training gratis dan keuntungan lainnya!

Keuntungan Jadi Mitra Qoala Plus
Komisi Langsung
Komisi Langsung

Pendapatan instan setelah menjual beragam produk asuransi personal maupun komersial terbaik

Qoala Points
Qoala Points

Rewards berupa poin yang dapat ditukarkan ke dalam bentuk komisi

Rewards
Rewards

Hadiah atau bonus dalam bentuk lain yang bisa diperoleh melalui program atau campaign Qoala Plus

3. Miliki Asuransi Sebagai Jaring Pengaman Juga Menjadi Tips Mengatur Keuangan yang Tepat

Miliki Asuransi Sebagai Jaring Pengaman Juga Menjadi Tips Mengatur Keuangan yang Tepat
Sumber foto: MONOPOLY919 via Shutterstock

Selain tabungan, kepemilikan asuransi merupakan sebuah hal wajib jika kita berbicara tentang tips mengatur keuangan dengan tepat. Terlebih di masa sulit seperti situasi penuh ancaman PHK massal di Indonesia ini, asuransi berperan penting sebagai jaring pengaman yang memberikan rasa aman dan tenang.

Dua produk asuransi yang paling penting untuk dimiliki adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Apabila kita memiliki harta benda seperti kendaraan, asuransi kendaraan atau asuransi mobil juga tidak kalah penting untuk dimiliki. Sebab, asuransi merupakan sebuah bentuk antisipasi untuk mencegah berbagai pengeluaran tak terduga saat terjadi risiko pada diri ataupun kendaraan. Harapannya, dengan memiliki asuransi, kita akan terhindar dari penyesalan di kemudian hari karena dana-dana yang harus dikeluarkan untuk menutup besarnya biaya dari risiko-risiko tersebut. Padahal, dengan berasuransi, kita dapat melindungi keuangan dengan maksimal karena kerugian-kerugian finansial tersebut dapat diminimalisasi.

4. Buatlah Catatan Anggaran dan Pemasukan yang Jelas dan Detail

Tips mengatur keuangan selanjutnya adalah dengan membiasakan diri untuk membuat catatan pengeluaran secara rutin dan serinci mungkin. Hal ini dapat bermanfaat bagi kita untuk melakukan pengelolaan neraca keuangan dengan tepat. Pasalnya, tanpa disadari, sebenarnya ada banyak pengeluaran yang terlihat sepele dan kecil, seperti biaya parkir, uang tol, dan lain sebagainya yang apabila dicatat, dapat membantu kita untuk mengevaluasi kembali: apakah anggaran bulanan kita surplus, sudah sesuai, atau justru sebaliknya.

Kepemilikan catatan anggaran pengeluaran dan pemasukan yang tertata rapi dapat membuat kita lebih tepat dalam mengalokasikan dana. Tak hanya itu, penggunaan anggaran juga dapat dilakukan dengan lebih bijak. Tentunya, tips mengatur keuangan ini sangat dianjurkan bagi seseorang yang membutuhkan efisiensi demi pengelolaan finansial yang lebih baik, terlebih di tengah ancaman kasus lay-off yang tengah marak di Indonesia saat ini.

Temukan kemudahan berasuransi sebagai salah satu tips mengatur keuangan agar tetap stabil tak hanya bagi para agen asuransi terbaik, tapi juga nasabah hanya di Qoala Plus!

5. Evaluasi Kembali Budget Bulanan dan Buatlah Alternatif yang Lebih Murah

Evaluasi Kembali Budget Bulanan dan Buatlah Alternatif yang Lebih Murah
Sumber foto: Yavdat via Shutterstock

Serupa dengan poin sebelumnya, tips mengatur keuangan satu ini juga masih berkaitan. Nah, apabila kita sudah mampu mengevaluasi dengan menghitung kembali budget yang akan kita keluarkan, hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan membuat alternatif pengeluaran yang lebih murah.

Misalnya, apabila kita biasanya menggunakan produk A, cobalah alternatif produk B yang lebih murah, tapi tetap berkualitas. Langkah ini dapat diambil demi menghemat pengeluaran yang lebih ekstra. Setidaknya, tips mengatur keuangan ini akan cukup berguna selama kita masih dalam proses mencari pekerjaan alternatif ataupun penghasilan tambahan. Tidak sampai di situ saja, cara ini juga dapat berperan lebih jauh untuk menjaga finansial kita karena keuangan tidak akan terdampak dalam jangka panjang.

6. Tekan Pengeluaran yang Kurang Diperlukan dengan Mengubah Gaya Hidup

Masih berkaitan dengan poin tips mengatur keuangan untuk menekan pengeluaran, salah satu cara tepat yang bisa dipilih adalah dengan mengubah gaya hidup. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu faktor yang membuat pengeluaran menjadi besar adalah lifestyle. Nah, di tengah maraknya kasus PHK massal saat ini, ada baiknya kita mencoba gaya hidup baru dengan mindset: “merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki, membeli kebutuhan bukan keinginan, dan memilih pengeluaran yang memberi nilai lebih untuk kehidupan kita.” Bahkan, lebih baik lagi apabila kita bisa mengaplikasikan gaya hidup minimalis.

Menekan pengeluaran dengan mengubah gaya hidup sebenarnya merupakan tips mengatur keuangan yang sangat efektif untuk mencapai tujuan keuangan kita, terlebih lagi saat kita perlu menyesuaikan pengeluaran dengan fase kehidupan yang sedang kita jalani. Misalnya, dengan kenyataan tentang kasus PHK ini, hal yang juga terkait adalah apakah kondisi kita single atau sudah berkeluarga. Sebab, hal ini juga berpengaruh dengan kebutuhan menyisihkan sejumlah dana untuk keperluan rumah, biaya pensiun, tabungan, hingga dana untuk diinvestasikan. Di titik inilah, memilih gaya hidup yang tepat tentunya menjadi amat penting.

Lalu, pertanyaannya, bagaimana cara mengubah gaya hidup yang dapat dipraktikkan secara langsung dari tips mengatur keuangan ini? Pertama, hindari untuk tergiur dengan gaya hidup orang lain. Kedua, kurangi gaya hidup hedonisme yang konsumtif. Misalnya, kita bisa memilih untuk tidak terlalu sering keluar dengan teman-teman atau rekan kantor, mengurangi intensitas makan di restoran atau nongkrong di kafe, meredam keinginan belanja online, hingga mengganti keinginan memesan makanan dari luar dengan memasak sendiri. Secara garis besar, inti dari tips mengatur keuangan ini adalah kita perlu memikirkan kembali apa nilai tambah dari sesuatu yang kita butuhkan tersebut bagi kehidupan kita, apakah fungsi dan manfaatnya sepadan, atau justru malah hanya akan menjadi barang yang tersimpan begitu saja.

7. Minimalisasi Utang dan Segala Bentuk Cicilan Lainnya yang Bersifat Konsumtif

Minimalisasi Utang dan Segala Bentuk Cicilan Lainnya yang Bersifat Konsumtif
Sumber foto: Auttapon Wongtakeaw via Shutterstock

Bicara seputar tips mengatur keuangan, sebenarnya memiliki utang atau cicilan bukanlah hal buruk. Selama cicilan yang dimiliki sepadan dengan penghasilan serta tidak bersifat konsumtif, utang justru bisa membuat kita memiliki aset yang bermanfaat. Nah, maksud dari utang yang bermanfaat ini adalah jenis utang produktif. Utang produktif adalah jenis utang yang digunakan demi membeli barang atau aset yang nilainya dapat mengalami kenaikan dan menambah penghasilan. Contoh utang produktif yang tepat guna adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, kredit usaha, maupun kredit modal kerja. Namun, perlu dicatat juga kita tetap perlu memilih berutang produktif dengan bijak agar tetap memiliki keuangan yang sehat.

Sebaliknya, sesuai namanya, utang konsumtif adalah jenis utang yang digunakan untuk pembelian barang yang dikonsumsi atau digunakan yang suatu saat nilainya akan mengalami penurunan dan biasanya bunganya tinggi. Contoh yang termasuk utang konsumtif adalah kartu kredit dan pinjaman online. Walaupun utang konsumtif tidak selalu berdampak buruk, ada baiknya bagi kita untuk mengurangi jumlah utang dan cicilan konsumtif. Apalagi di tengah ancaman kasus PHK massal di Indonesia, tips mengatur keuangan tetap aman yang bisa dilakukan adalah dengan menaruh prioritas pada utang dan cicilan untuk memenuhi kebutuhan (needs), ketimbang untuk memenuhi keinginan (wants).

8. Apabila Sudah Berinvestasi, Pertimbangkan untuk Mengalihkan Investasi ke Instrumen Investasi dengan Risiko Rendah atau Moderat

Di tengah kondisi ekonomi yang kurang menentu, ada baiknya bagi kita untuk memilih investasi yang tidak tinggi risiko. Khusus bagi seseorang yang sudah memiliki investasi, opsi untuk mengalihkan investasi ke instrumen investasi dengan risiko rendah atau moderat bisa dijadikan pertimbangan. Nah, tips mengatur keuangan agar tetap aman yang bisa dilakukan adalah dengan memilih jenis investasi yang memiliki sifat mudah ditarik kembali. Sebab, apabila dalam tiga bulan belum mendapat penghasilan baru, investasi harus bisa ditarik demi pemanfaatan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara, apabila kita belum memiliki investasi sama sekali, pertimbangkan kembali apakah sudah ada dana yang cukup untuk anggaran berinvestasi tersebut. Sebab, investasi hanya boleh dilakukan jika tabungan dan dana darurat sudah mencukupi. Itupun dengan catatan bahwa instrumen investasi yang dipilih memiliki risiko yang rendah atau moderat dengan sifat likuidasi yang mudah. Semakin tinggi risiko dari sebuah instrumen investasi, semakin tinggi pula risiko kehilagan atau kerugiannya. Sebagai pilihan untuk mengatasi kestabilan finansial, hindari instrumen investasi risiko tinggi, seperti investasi properti. Cobalah investasi risiko rendah dan moderat, seperti logam mulia, obligasi ritel, reksa dana basis pasar uang dan pasar pendapatan tetap.

9. Aktif Mencari Pekerjaan Alternatif yang Lebih Stabil dan Perbarui CV

Aktif Mencari Pekerjaan Alternatif yang Lebih Stabil dan Perbarui CV
Sumber foto: yuruphoto via Shutterstock

Saat kita mulai mendengar kabar tentang kemungkinan terjadinya PHK atau lay-off, wajar jika kita mulai mencari lowogan pekerjaan baru pula. Walau terkadang perusahaan akan memberikan waktu beberapa bulan sebelum tanggal kerja terakhir seorang karyawan tersebut, mencari pekerjaan alternatif juga tak ada salahnya.

Jangan patah semangat apabila kita belum juga mendapatkan pekerjaan baru hingga hari terakhir. Tetaplah aktif mencari pekerjaan baru sambil meng-update CV serta portfolio berisi pengalaman terbaru.

Belajar dari pengalaman situasi ini, penting juga bagi kita untuk mencari serta memilih perusahaan yang lebih stabil. Sesuaikan pula dengan goals atau tujuan karier kita agar bisa bertahan lebih lama di pekerjaan atau perusahaan tersebut. Tentunya, memilih perusahaan yang kondisi finansialnya lebih aman juga akan berdampak pula dengan keamanan keuangan kita dengan adanya pemasukan tetap yang terjaga.

Yuk, bergabung jadi agen asuransi terbaik dengan menjadi Mitra Qoala Plus sebagai alternatif pekerjaan sampingan yang fleksibel untuk mendapatkan penghasilan tambahan!

10. Tetap Bersosialisasi untuk Menjaga Bahkan Memperluas Networking

Sekilas, cara satu ini mungkin terdengar bukan seperti sebuah tips mengatur keuangan. Namun, sejatinya, bersosialisasi juga dapat menjadi langkah yang memberi jalan bagi kita untuk mendapatkan penghasilan di tengah ancaman badai kasus PHK massal. Pasalnya, bukan rahasia lagi bahwa networking dapat membuka pintu-pintu peluang kerja baru, tak hanya kerja tetap, tapi juga kerja lepas atau yang juga dikenal dengan istilah freelance.

Meski tidak dapat dipungkiri apabila sebagian orang bisa jadi merasa minder ketika tertimpa PHK. Namun, dalam beberapa kasus lay-off, pemutusan hubungan kerja terjadi bukan hanya disebabkan oleh faktor pekerja, tetapi ada banyak faktor lain di luar kendali yang membuat kejadian ini bukanlah sebuah hal yang memalukan. Tentunya, tak hanya dapat membuka kesempatan untuk mendapatkan informasi pekerjaan baru, bersosialisasi dan memperluas networking juga dapat mengembalikan rasa percaya diri dan terus melatih skill komunikasi kita.

Itulah 10 tips mengatur keuangan agar tetap aman sebagai bentuk antisipasi terbaik di tengah ancaman badai kasus PHK (pemutusan hubungan kerja) atau lay-off yang tengah marak di Indonesia. Semoga dengan cara-cara tadi, kita dapat mengelola finansial dengan lebih bijak agar kondisi keuangan tetap stabil.

Bekali juga pengetahuanmu dengan berbagai macam informasi tentang tips keuangan dan investasi di Qoala Plus Blog. Hal itu bertujuan agar pendapatan yang dialokasikan untuk investasi juga dapat manfaat yang optimal.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi agen asuransi sebagai opsi usaha sampingan karyawan yang menguntungkan, kamu bisa mendaftarkan diri sebagai Mitra Qoala Plus di sini. Untuk informasi lainnya, install aplikasi Qoala Plus dengan mengunduhnya di Google Play atau App Store!

Untuk artikel lainnya seputar penjualan hingga penghasilan tambahan bagi agen asuransi, cari tahu selengkapnya di Qoala Plus! Ikuti juga Qoala Plus di media sosial seperti Instagram Qoala Plus untuk dapatkan informasi terkini lainnya!