Direct selling adalah salah satu metode penjualan yang saat ini tengah mendapatkan pengakuan dari banyak perusahaan dan startup. Sebab, direct selling dianggap mampu menarik perhatian dan minat pelanggan dengan tepat.

Metode atau teknik direct selling ini seringkali digunakan oleh perusahaan atau lembaga non-retail serta terbukti dapat memberikan laba yang tinggi untuk perusahaan. Terutama teknik penjualan ini menutup semua celah dan peluang penipuan yang dilakukan oleh para oknum.

Tentu saja banyak pengusaha atau pelaku bisnis yang tertarik menerapkan teknik satu ini. Bagi kamu yang bekerja sebagai agen asuransi, tentu harus mengetahui teknik penjualan ini. Karena tugas dari seorang agen asuransi adalah menawarkan asuransi sebagai sebuah produk kepada calon nasabah sebagai konsumen.

Dengan mengetahui teknik penjualan secara langsung ini, tentu kamu akan bisa meningkatkan kinerja dan menjual banyak asuransi kepada nasabah. Lantas, apa itu direct selling dan contohnya? Yuk, mari langsung kita simak pembahasan lengkapnya yang sudah Qoala Plus rangkum di bawah ini.

Pengertian Direct Selling

Pengertian Apa Itu Direct Selling
Sumber foto: Atstock Productions via Shutterstock

Apakah yang dimaksud dengan direct selling? Secara harfiah dan kebahasaan, jika diterjemahkan direct selling berarti penjualan secara langsung. Namun secara lebih jelasnya, direct selling menurut para ahli yaitu sebuah proses, sistem, metode atau teknik yang dilakukan dalam penjualan produk yang terjadi dalam lingkungan non-retail.

Contoh direct selling seperti toko online atau e-commerce, perumahan, atau kedai serta warung resmi dari sebuah perusahaan. Misalnya, direct selling e commerce dilirik sebagai salah satu metode atau teknik penjualan yang baik.

Secara pengertian, direct selling e-commerce adalah sebuah teknik penjualan langsung yang diterapkan oleh e-commerce yang merupakan perusahaan startup yang erat dengan pemanfaatan sistem digital, termasuk strategi pemasaran digital.

Dalam proses penjualan langsung, fungsi perantara yang seringkali terlibat dalam proses penjualan dan distribusi ditiadakan. Misalnya seperti pedagang warung grosir atau pusat grosir yang membutuhkan jasa perantara. Dalam sistem penjualan langsung fungsi perantara tersebut ditiadakan.

Namun, karena penjualan dilakukan secara langsung, produk akan dikirim langsung oleh produsen kepada konsumen. Teknik ini merupakan metode penjualan yang berkaitan dengan networking marketing yang dapat ditemukan dalam perencanaan marketing perusahaan B2B (Business to Business)

Sebagaimana yang telah dijelaskan di awal, bahwa direct selling artinya secara harfiah yaitu penjualan langsung. Selain itu ada juga metode penjualan yang dikenal dengan istilah indirect selling. Indirect selling alah kebalikan dari direct selling. Penjualan yang dilakukan tidak langsung dan tidak perlu tatap muka. Dalam istilah lainnya, indirect selling dikenal juga dengan istilah soft selling.

Dibalik perbedaan antara direct dan indirect selling, perlu dipahami bahwa direct selling dan indirect selling adalah metode penjualan yang sangat bermanfaat dan dapat memberikan penghasilan bagi perusahaan atau startup.

Selain itu, penjualan langsung juga dikenal sebagai sebuah teknik atau teknik direct selling, yang merupakan teknik penjualan langsung kepada para konsumen atau target pasar. Selain perusahaan, terdapat beberapa startup e commerce yang menerapkan direct selling.

Dilansir dari daftar 100 Perusahaan MLM di seluruh dunia yang dirilis oleh s4ds, salah satu direct selling company adalah Amway dan Market America. Amway menghasilkan laba bersih sekitar US$ 8.8 Juta, sementara Market America US$ 7.3.

Sementara itu, terdapat beberapa perusahaan direct selling di Indonesia yang semua perusahaan tersebut tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Dalam daftar yang dirilis oleh APLI di situs yang mereka miliki, terdapat sekitar 109 anggota resmi yang merupakan Perusahaan Penjualan Langsung.

Jadi agen asuransi terbaik dengan bergabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan pelatihan cara pemasaran hingga penjualan produk asuransi secara digital maupun training gratis lainnya!

Jenis-jenis atau Tipe Direct Selling

Jenis-jenis atau Tipe Direct Selling
Sumber foto: GP PIXSTOCK via Shutterstock

Setelah mengetahui pengertian dari direct sell secara lengkap di atas, kamu juga tentu harus mengetahui jenis-jenis dari direct sales yang tersedia dan digunakan sebagai salah satu metode penjualan. Adapun jenis-jenis direct selling terdiri dari tiga, pertama single-level direct sales, kedua host atau party-plan sales, dan terakhir MLM (multi-level marketing).

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini pembahasan lengkap terkait jenis-jenis dari direct sales itu sendiri, yuk kita simak!

1. Single-level Direct Sales (Penjualan Langsung Satu Tingkat)

Dalam tipe-tipe direct selling, yang pertama adalah single-level direct sales atau penjualan langsung satu tingkat. Jenis direct sales ini sering kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan non-retail atau perusahaan single-level direct sales.

Dalam jenis pertama ini, rencana penerapan penjualan langsung dilakukan secara tatap muka ketika perusahaan tengah melakukan kampanye penjualan dari pintu ke pintu (door to door) sebagai bagian dari aksi untuk mempromosikan produknya.

Kampanye penjualan dari pintu ke pintu juga dijadikan sebagai media oleh perusahaan untuk mempresentasikan produknya. Maka dari itu, dengan penerapan metode ini, tim sales atau tim promosi akan mendapatkan komisi atau bonus dari setiap produk yang terjual.

Perusahaan menerapkan sistem bonus atau komisi untuk setiap produk yang terjual sebagai motivasi bagi tim sales atau tim promosi penjualan agar bisa menghasilkan penjualan yang sesuai target.

2. Host atau Party-plan Sales (Pengadaan Acara Penjualan)

Jenis direct sales kedua adalah host atau party-plan sales yang juga dikenal dengan istilah pengadaan acara penjualan. Metode penjualan langsung ini dilakukan ketika terdapat banyak audiens atau konsumen. Biasanya untuk melakukan metode penjualan langsung ini, perusahaan akan mengadakan sebuah kegiatan atau event.

Selanjutnya tim sales akan menawarkan produknya yang umumnya masih berkaitan dengan kegiatan atau event yang diadakan. Jika ingin mengetahui contoh direct selling e commerce atau contoh direct selling secara ini, dapat kamu perhatikan di sebuah event seringkali terdapat SPG (Sales Promotion Girl) yang menawarkan sebuah produk. Nah, SPG tersebut sedang melakukan proses penjualan langsung.

SPG direct selling adalah proses ketika SPG (yang mewakili perusahaan yang memiliki produk) menawarkan langsung produknya kepada konsumen. Proses tersebut bisa dilihat sebagai contoh dari penjualan yang dilakukan secara langsung. Kendati perusahaan atau startup pun tetap melakukan teknik atau metode penjualan lainnya.

3. Multi-level Marketing (Pemasaran Berjenjang)

Di antara semua jenis penjualan langsung, mungkin kamu paling tidak asing dengan jenis penjualan ini, yaitu MLM (multi-level marketing) yang dalam istilah bahasa Indonesia dikenal dengan istilah pemasaran atau penjualan berjenjang.

Berbeda dengan kedua jenis direct sales lainnya, MLM merupakan metode penjualan langsung yang fokus pada rekrutmen anggota baru sebagai penjual, bukan pada penjualan produk itu sendiri. Maka dari itu, MLM juga memiliki perbedaan terkait pendapatan yang bisa didapat oleh penjual dengan dua jenis penjualan langsung lainnya.

Para penjual yang terlibat dari MLM akan menghasilkan pendapatan dari komisi serta hasil penjualan yang dilakukan oleh anggota penjual baru yang direkrut. Maka dari itu, semakin banyak merekrut anggota penjual, maka akan semakin memungkinkan untuk mendapatkan komisi dalam jumlah besar.

Dapatkan solusi kemudahan beransuransi, baik bagi nasabah maupun agen asuransi dengan cara pemasaran, dokumen, dan proses klaim digital yang didukung teknologi terbaik di Qoala Plus!

Keuntungan Jadi Mitra Qoala Plus
Komisi Langsung
Komisi Langsung

Pendapatan instan setelah menjual beragam produk asuransi personal maupun komersial terbaik

Qoala Points
Qoala Points

Rewards berupa poin yang dapat ditukarkan ke dalam bentuk komisi

Rewards
Rewards

Hadiah atau bonus dalam bentuk lain yang bisa diperoleh melalui program atau campaign Qoala Plus

Manfaat Direct Selling

Manfaat Direct Selling
Sumber foto: Have a nice day Photo via Shutterstock

Penjualan langsung tentu memiliki sejumlah manfaat yang bisa didapatkan oleh perusahaan. Di bagian pembukaan telah dijelaskan, bahwa perusahaan mulai melirik metode penjualan langsung karena dianggap mampu meningkatkan penjualan.

Bukan hanya itu saja manfaat direct selling, terdapat beberapa manfaat dan keuntungan lain yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menerapkan sistem penjualan langsung ini. Berikut ini adalah daftar manfaat yang dimaksud, yaitu:

  • Meningkatkan peluang perusahaan untuk melakukan penyesuaian produk dengan kebutuhan konsumen
  • Membuat perusahaan dapat melakukan personalisasi produk dengan cara dan metode yang lebih tepat
  • Membuat perusahaan dapat lebih mengontrol dengan baik setiap tahapan interaksi dengan konsumen
  • Membangun hubungan lebih kuat antara perusahaan dengan konsumen
  • Memberikan jam kerja yang lebih fleksibel bagi tim sales
  • Perusahaan tidak lagi membutuhkan jasa perantara atau penghubungan sehingga bisa menghemat uang pengeluaran dalam proses strategi marketing

Yuk, gabung sebagai Mitra Qoala Plus dan dapatkan berbagai pelatihan seputar pemasaran hingga penjualan asuransi digital maupun training gratis lainnya hingga cuan berlimpah!

Cara Kerja Direct Selling

Pada dasarnya, cara kerja direct selling adalah dengan menawarkan produk secara langsung kepada konsumen. Dalam penggunaan metode penjualan ini, pihak ketiga sebagai perantara ditiadakan dalam proses distribusi produk itu sendiri.

Biasanya produk yang dijual dalam direct sales adalah jenis produk yang tidak akan ditemukan di kedai, warung atau toko ritel biasa. Maka dari itu, satu-satunya cara untuk mendapatkan produk tersebut yaitu dengan mencari distributor resmi atau tim sales dari produk tersebut.

Penyesuaian kondisi dan situasi dari produk yang akan dijual juga penting untuk dilakukan, terutama bagi produk-produk yang baru diluncurkan. Selain itu, sebagai pelaku bisnis yang memiliki produk juga wajib menghitung biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penjualan, jangan sampai biaya yang dikeluarkan lebih besar dari pemasukan yang didapatkan dari proses penjualan.

Agar cara kerja metode ini dapat berhasil dan sukses, dibutuhkan orang-orang dengan kemampuan komunikasi yang baik serta memiliki perilaku dan attitude yang baik. Metode direct selling juga berkaitan dengan perusahaan yang menerapkan bisnis B2B (Business to Business).

Kelebihan Direct Selling

Sebagai salah satu metode penjualan, direct sales diakui sebagai salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan pendapatan. Hal ini tentu saja karena metode penjualan secara langsung memiliki beberapa kelebihan.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan bahas secara langsung beberapa daftar kelebihan tersebut, agar kamu bisa memanfaatkan metode penjualan ini lebih baik lagi.

1. Tanpa Pihak Ketiga atau Perantara

Kelebihan pertama dalam menerapkan sistem penjualan secara langsung yaitu tidak adanya pihak ketiga atau perantara. Kadang kala, pihak ketiga atau perantara dengan reputasi yang baik, memiliki harga yang tinggi untuk memanfaatkan jasanya. Tentu hal ini berimbas pada pendapatan yang akan dihasilkan.

Jika perusahaan bisa menjual langsung kepada konsumen dengan kemampuan yang sama baiknya dengan pihak ketiga atau perantara, tentu pendapatan dan keuntungan yang masuk juga bisa lebih tinggi. Tanpa harus ada potongan yang dibagi dengan pihak ketiga atau perantara.

2. Kemudahan Memperoleh Feedback

Kelebihan selanjutnya dari direct sales yaitu kemudahan mendapatkan feedback atau saran dari konsumen secara langsung. Ketika penjual menawarkan produknya secara langsung kepada konsumen, akan terjadi interaksi di antara keduanya. Salah satunya yaitu dengan memberikan saran dan masukan terkait produk itu sendiri.

Mendapatkan feedback secara langsung merupakan sebuah kesempatan langka yang wajib dimanfaatkan dengan maksimal. Karena dari masukan dan saran tersebut, perusahaan bisa memperbaiki produk sesuai dengan kebutuhan dari konsumen itu sendiri. Dampaknya, daya serap produk kepada konsumen menjadi semakin tinggi.

3. Mempermudah Proses Customer Retention

Customer retention merupakan sebuah usaha untuk mempertahankan pelanggan yang sudah pernah membeli produk yang dimiliki. Proses ini juga berkaitan dengan usaha agar pelanggan tersebut melakukan kembali pembelian (repeat order).

Dengan melakukan penjualan secara langsung, memberikan peluang untuk mempertahankan pelanggan yang telah ada dan mengubah pelanggan tersebut menjadi pelanggan loyal. Hal ini bisa terjadi karena adanya interaksi secara langsung dari penjual dengan pelanggan itu sendiri.

4. Margin Keuntungan (Profit Margin) yang Lebih Tinggi

Kelebihan dari penerapan direct selling adalah nilai margin keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tidak adanya keterlibatan dari pihak ketiga yang akan mengurangi margin keuntungan. Pihak penjual dapat menentukan margin keuntungan lebih tinggi dan profit yang lebih besar karena tidak harus membagi keuntungan yang didapatkan dengan pihak ketiga.

5. Model Bisnis yang Menguntungkan

Diakui oleh para pebisnis dan pengusaha, bahwa model bisnis direct sales ini lebih menguntungkan dan dapat menjanjikan tingkat pertumbuhan yang besar. Persentase tingkat pertumbuhan yang dijanjikan mencapai hingga 1,7% di setiap tahunnya.

Wajar jika model bisnis ini dianggap sebagai model bisnis yang menguntungkan dan merupakan konsep penjualan yang dapat meningkatkan penjualan produk dengan waktu yang terbilang sangat cepat.

6. Bisa Dikerjakan dari Mana Saja

Karena proses penjualan secara langsung mengharuskan bertatap muka dengan konsumen, maka memudahkan penjual tersebut untuk melakukannya di mana saja. Hal tersebut bergantung kesepakatan antara sales dengan konsumen itu sendiri.

Proses penjualan secara langsung juga sedikit terganggu akibat adanya pandemi Covid-19 dan mengalihkannya melalui pertemuan secara online. Dengan sistem pertemuan secara online membuat kegiatan penjualan menjadi lebih fleksibel dan bisa dilakukan dari mana saja.

7. Lebih Mudah Memantau Klien dan Tim Sales (Jika Ada)

Bagi perusahaan, penerapan metode penjualan secara langsung dapat memudahkan pemantauan atau pengawasan terhadap klien dan tim sales. Hal tersebut disebabkan karena laporan dari setiap penjualan dan segala keluhan yang disampaikan oleh konsumen akan dilangsungkan secara berkala

8. Tidak Ada Persyaratan Khusus

Kelebihan dari melakukan penjualan secara langsung yaitu tidak adanya persyaratan khusus, tidak seperti metode penjualan lain. Metode penjualan lain mungkin membutuhkan persyaratan administrasi yang lebih, juga membutuhkan peralatan lain untuk menunjang penjualan.

Metode penjualan secara langsung hanya perlu melakukan penjualan jasa kepada konsumen. Hanya saja di awal proses penjualan, harus membutuhkan usaha yang lebih untuk menjaring konsumen terlebih dahulu. Selebihnya, jika jaringan konsumen telah terbentuk, penjualan secara langsung akan lebih mudah dilakukan.

9. Tidak Memerlukan Tim Khusus

Kelebihan terakhir yaitu tidak membutuhkan tim khusus untuk melakukan penjualan langsung. Bisa dilakukan oleh tim sales atau tim marketing. Pun jika tidak ada tim yang bisa melakukannya, bisa rekrut sales representative untuk melakukan penjualan langsung kepada konsumen. Karena sesuatu hal yang menjadi targetnya yaitu penjualan produk itu sendiri.

Tahan dulu, dibalik kelebihan selalu ada kekurangan. Kekurangan ini juga baik sebagai bahan evaluasi untuk penerapan metode penjualan agar lebih optimal. Untuk metode penjualan langsung, terdapat beberapa kekurangan. Berikut ini daftar kekurangannya, yaitu:

1. Cukup Sulit untuk Dimanfaatkan oleh Sales Representative dan Distributor

Patut diakui, meskipun bisa memberikan peningkatan dalam hal penjualan, namun sistem penjualan langsung ini cukup sulit dimanfaatkan oleh sales representative atau distributor. Karena harus membangun jaringan sendiri terlebih dahulu dengan dimulai dari skala yang kecil.

Maka dari itu direct selling tidak bisa dilakukan dengan cara cepat dan instan sehingga secara otomatis meningkatkan penjualan. Salah satu hal yang membuat metode ini sulit dilakukan yaitu membutuhkan tenaga penjual dengan kemampuan komunikasi yang baik dalam jumlah banyak.

2. Tidak Mendukung Business Growth

Salah satu kekurangan selanjutnya yaitu metode penjualan langsung tidak mendukung sistem business growth, hal tersebut dikarenakan metode penjualan secara langsung akan fokus terhadap penjualan tanpa mempertimbangkan pertumbuhan bisnis itu sendiri. Kendati penjualan meningkatkan, namun pertumbuhan bisnis juga tetap harus diperhatikan.

3. Lebih Cocok untuk Pribadi yang Memiliki Sifat Outgoing karena Representatif Harus Memiliki Skill Marketing yang Mumpuni

Hal ini berkaitan dengan tim sales yang melakukan penjualan secara langsung. Pribadi yang menjadi tim sales harus memiliki sifat outgoing, karena representatif harus memiliki skill teknik marketing yang mumpuni. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan ini. Maka dari itu, perusahaan harus terlebih dahulu memberikan pelatihan atau pemahaman.

Jikapun mencari seseorang dengan kriteria yang tepat, tentu membutuhkan waktu lama untuk proses rekrutmen. Proses yang lama tersebut juga akan mempengaruhi penjualan itu sendiri.

4. Kemungkinan Skema Pribadi Ilegal Jika Penjual Memiliki Lebih Fokus untuk Merekrut Anggota Lain daripada Menjual Produk

Kekurangan ini berkaitan dengan multi-level marketing yang dalam satu sisi memiliki ilegalitas jika berkaitan dengan skema pribadi. Terutama jika fokus telah beralih dari penjualan kepada merekrut anggota lain.

Karena skema yang mengharuskan merekrut anggota dalam jumlah banyak untuk mendapatkan komisi lebih banyak, maka ada kemungkinan ini terjadi dalam penerapan penjualan secara langsung.

5. Risiko Seringnya Mengalami Penolakan dari Pelanggan yang Cenderung Lebih Tinggi

Jika melakukan penjualan lebih langsung, kekurangan yang dirasakan yaitu akan mendapatkan penolakan langsung dari pelanggan, dan kemungkinan penolakan bisa lebih tinggi. Wajar jika dalam proses penjualan atau penawaran mendapatkan pengalaman penolakan, namun jika kecenderungan penolakan lebih tinggi, tentu akan mengendurkan semangat itu sendiri.

Terutama sebagai seorang agen asuransi, penolakan demi penolakan merupakan makanan setiap hari. Namun justru hal tersebut yang membuat seorang agen untuk lebih berkembang dan bangkit lagi.

Pekerjaan Direct Sales dan Tugasnya

Pekerjaan Direct Sales dan Tugasnya
Sumber foto: nepool via Shutterstock

Sementara, apa itu direct sales merupakan proses dari penjualan langsung itu sendiri. Sebagaimana yang telah dibahas di awal dalam bagian pengertian, bahwa direct sales adalah sebuah metode penjualan yang dilakukan secara langsung. Lantas seperti apa contoh direct selling atau contoh pekerjaannya?

Selain itu banyak juga yang penasaran dengan berapa penghasilan atau gaji direct selling? Tentu persoalan ini bergantung perusahaan itu sendiri. Setiap perusahaan tentu menerapkan kebijakan yang berbeda. Baik itu yang berkaitan dengan pemberian gaji, atau yang berkaitan dengan pemberian jumlah komisi.

Namun, untuk mengurangi rasa penasaran terkait jenis pekerjaan direct sales, dalam kesempatan kali ini, kita akan bahas beberapa contoh pekerjaan direct sales dan tugas-tugasnya!

1. Sales Promotion

Pekerjaan direct sales yang pertama adalah sales promotion, tugas dan pekerjaanya yaitu untuk memperkenalkan produk baru dan menghabiskan produk lama yang masih tersisa. Selain itu, tugas paling penting dari sales promotion yaitu meningkatkan angka penjualan.

Biasanya pekerjaan sales promotion tidak berlangsung lama, karena hanya dibutuhkan untuk meningkatkan minat pembeli terhadap produk baru dan berkewajiban menghabiskan produk lama. Itupun dilakukan pada saat-saat tertentu saja.

Jika tidak dilakukan oleh karyawan di bagian sales dan marketing, perusahaan akan merekrut pekerja lepas untuk melakukan pekerjaan sales promotion ini.

Perusahaan perlu melakukan sales promotion, tujuannya untuk meningkatkan produk dalam persaingan yang ketat dengan kompetitor di pasar. Terutama jika produk yang dijual adalah produk yang dimiliki banyak kompetitor. Perusahaan perlu meningkatkan daya saing dari produknya.

2. Personal Selling

Pekerjaan direct sales yang kedua adalah personal selling, tugasnya adalah bertemu dengan konsumen dalam rangka memberikan informasi dan edukasi terkait produk yang ditawarkan agar konsumen dapat membeli produk tersebut.

Selain sebagai bentuk pekerjaan, personal selling juga merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis dengan cara mendapatkan keuntungan dari konsumen. Jadi selain sebagai tugas atau pekerjaan, istilah personal selling juga merujuk pada sebuah kegiatan yang berkaitan dengan penjualan sebuah produk.

3. Point of Purchase

Point of purchase merupakan pekerjaan direct sales lainnya. Bentuknya seperti yang dilakukan oleh pengusaha toko ritel. Tujuan dari pekerjaan ini yaitu untuk memberi dorongan dan motivasi kepada pembeli agar lebih banyak berbelanja produk-produk yang dimiliki oleh perusahaan.

Konsep dari point of purchase sendiri umumnya merujuk pada strategi penjualan di tempat yang strategis dan tempat dengan lalu lintas yang banyak dilalui oleh orang banyak. Strategi direct sales ini butuh perencanaan yang tepat agar pesan yang disampaikan oleh perusahaan dapat menarik hati pembeli atau konsumen yang tepat.

4. Telemarketing

Jenis dari pekerjaan direct sales terakhir yaitu telemarketing. Telemarketing merupakan salah satu strategi penjualan yang hingga saat ini dinilai sangat efektif, bahkan sama efektifnya dengan memasang iklan pada media massa. Kegiatan yang dilakukan oleh telemarketing adalah dengan memasarkan atau memperkenalkan produk pada melalui media telepon.

Pekerjaan ini dilakukan oleh para telemarketer, dan sebagai salah satu strategi untuk sosialisasi, media ini sangat efektif. Tapi kamu perlu memahami, bahwa telemarketing ini bisa memberikan dampak negatif pada konsumen, terutama jika konsumennya bukan konsumen yang tepat dan konsumen potensial.

Setelah mengetahui apa saja pekerjaan dari direct sales di atas, kamu juga harus tahu apa saja tugas dari direct sales. Memang apa tugas dari direct sales? Berikut ini beberapa tugas yang perlu dilakukan oleh seorang direct sales, yaitu:

  • Tugas pertama yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan promosi dan memasarkan produknya secara tatap muka langsung kepada calon konsumen dan juga memberikan pelayanan yang memuaskan. Seorang direct sales juga harus bisa membawa dirinya untuk memasarkan produknya secara langsung.
  • Seseorang yang melakukan direct sales wajib menguasai produk knowledge atau menguasai segala hal tentang informasi produk yang akan dijual. Hal ini diperlukan agar bisa menarik hati para pelanggan. Selain itu, juga agar bisa menjawab segala pertanyaan pelanggan berkaitan dengan kebutuhan mereka atas produk tersebut.
  • Tugas direct sales selanjutnya adalah dengan melakukan pendekatan langsung kepada konsumen, tujuannya agar konsumen merasa nyaman dan dihargai keberadaannya. Pendekatan yang wajib dilakukan adalah dengan menyapa dan memberikan senyuman yang ramah.
  • Seorang direct sales juga wajib mempresentasikan produknya. Biasanya produk yang dijual secara langsung kepada konsumen akan dipajang. Pada saat memajang produk tersebut, sales harus dapat mempresentasikannya dengan baik agar minat konsumen untuk membeli semakin meningkat. Untuk tugas ini, diwajibkan seorang sales memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
  • Seorang direct sales juga harus mampu membaca peluang pasar secara jeli. Mereka harus mampu membaca peluang pasar yang dapat memberikan konsumen yang tepat, tujuannya tentu saja agar penjualan sebuah produk dapat meningkat.

Tips Menjalankan Direct Selling

Bagi kamu yang ingin mengetahui tips dan langkah melakukan direct selling yang tepat. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Tips yang akan dibahas di bawah ini juga bisa kamu implementasikan saat menawarkan produk asuransi kepada calon nasabah.

Penjualan langsung merupakan metode penjualan yang sifatnya sangat fleksibel, yang artinya dapat digunakan oleh berbagai jenis perusahaan dalam industri berbeda dengan menawarkan produk yang juga berbeda-beda.

Lantas, apa saja tips dan langkah langkah melakukan direct selling? Tanpa berlama-lama, yuk mari langsung saja kita simak bersama pembahasannya di bawah ini:

1. Fokus Jadikan Hubungan dengan Klien Sebagai Prioritas

Tips pertama yang perlu kamu pahami dan terapkan adalah kamu harus fokus menjadikan hubungan dengan klien sebagai prioritas. Kamu sebagai sales harus memastikan bahwa klien memberikan semua perhatiannya terhadap produk yang kamu tawarkan.

Untuk bisa mendapatkan hal tersebut, tentu kamu harus menjalin hubungan yang baik dengan klien sebagai calon nasabah. Kamu bisa mencapai hubungan seperti ini, ketika kamu menjadikan kebutuhan dan keluhan klien sebagai prioritas utama.

Jadikan produk yang kamu tawarkan sebagai jalan keluar dan solusi untuk setiap kebutuhan dan keluhan dari klien tersebut. Jangan lupa juga untuk melakukan prospek terhadap setiap klien yang memang tertarik terhadap produk yang kamu tawarkan.

Dalam konteks menawarkan produk asuransi misalkan, kamu sebagai agen asuransi tentu harus mengetahui latar belakang dari calon nasabah tersebut. Dengan mengetahui latar belakang tersebut, kamu bisa menawarkan produk asuransi yang tepat.

Misalnya, ketika calon nasabah yang mengeluhkan tentang masa depan ketika pensiun, kamu bisa menawarkan asuransi dwiguna sebagai solusi kepada calon nasabah tersebut. Berikan juga edukasi terkait asuransi. Agar ketertarikan calon nasabah muncul karena melihat solusi dari produk yang ditawarkan.

2. Bangun dan Jaga Jaringan Penjualan

Dalam melakukan penjualan langsung, kamu harus membangun jaringan penjualan. Tidak selesai dengan membangun jaringan penjualan, kamu juga harus menjaga jaringan tersebut. Dengan membangun dan menjaga jaringan penjualan, kamu akan memiliki jaringan bisnis yang kuat.

Salah satu bentuk dan cara menjaga jaringan penjualan adalah dengan melibatkan klien atau nasabah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini juga bisa memunculkan perasaan diakui oleh konsumen bahwa mereka merupakan bagian dari perusahaan itu sendiri.

3. Miliki Database atau Basis Data Pelanggan Secara Konsisten dan Terperinci

Tips dalam menjalankan penjualan langsung, hal yang harus kamu siapkan yaitu database pelanggan yang lengkap dan disusun dengan rapi. Jangan lupa juga untuk menjadikan data basis pelanggan tersebut sebagai sebuah dasar atau patokan.

Kamu harus memperbaharui setiap data pelanggan secara konsisten dan rinci. Dengan data basis pelanggan ini, kamu bisa membantu perusahaan untuk membangun dan melacak jaringan pelanggan dengan mudah.

Sehingga proses komunikasi dari tim sales yang dilakukan kepada klien atau nasabah akan berjalan dengan mudah, dengan ini juga hubungan antara perusahaan sebagai produsen dengan klien atau nasabah sebagai konsumen akan semakin erat.

Selain itu, perusahaan juga dapat mengirim materi edukasi sebagai bagian dari promosi dan marketing. Dengan data basis pelanggan tersebut, kamu bisa melakukan pengiriman materi edukasi yang juga akan berpengaruh dalam meningkatkan penjualan.

4. Kuasai Product Knowledge Secara Mendalam

Menguasai product knowledge secara mendalam merupakan bagian penting dalam melakukan penjualan secara langsung. Pasalnya, karena penjualan dilakukan secara langsung, secara tatap muka langsung dengan konsumen, kemungkinan konsumen untuk menanyakan tentang produk sangat besar.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari konsumen tentu berkaitan dengan produk dan manfaat yang diberikan produk tersebut jika konsumen membelinya. Tanpa menguasai produk knowledge secara mendalam, sebagai sales yang melakukan penjualan langsung, tidak mungkin akan bisa memberikan jawaban memuaskan.

Bahkan dengan menguasai produk knowledge dengan baik, dilengkapi dengan cara menyampaikannya yang juga baik, kamu dapat membuat pelanggan puas dengan penjelasanmu dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk tersebut.

Konteks ini juga berlaku untuk saat menawarkan produk asuransi, sebagai agen asuransi tentu harus mengetahui produk knowledge setiap asuransi. Hal tersebut agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon nasabah yang tengah mencari asuransi.

5. Atur Lingkungan Penjualan

Tips melakukan direct selling yaitu dengan mengatur lingkungan penjualan itu sendiri. Tips ini sangat penting dan akan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Lingkungan penjualan yang ideal seperti sebuah ruangan untuk presentasi.

Kamu bisa mengatur pertemuan dengan konsumen di sebuah ruangan dan melakukan presentasi terkait produk. Pastikan juga kamu datang tepat waktu saat proses pertemuan berlangsung, jika bisa kamu datang lebih dulu sebelum pelanggan.

Lingkungan penjualan yang nyaman membuat konsumen akan merasa dihargai. Perasaan tersebut juga turut mempengaruhi kemungkinan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.

6. Lakukan Follow Up dengan Rajin

Tetap terhubung dengan konsumen juga merupakan bagian penting dalam penjualan secara langsung. Salah satu cara untuk mempertahankan agar tetap terhubung adalah dengan melakukan follow up. Kendati dalam proses berhubungan dengan konsumen kamu akan mendapatkan penolakan, namun bukan berarti kamu tidak melakukan follow up.

Melakukan follow up dengan menjalani kontak yang berkelanjutan bisa membantu perusahaan untuk meningkatkan kredibilitas bisnisnya. Nama perusahaan pun akan semakin baik di mata para pelanggan. Jika perusahaan memiliki kredibilitas yang baik, bahkan kamu tidak akan mendapatkan penolakan dari pelanggan atau konsumen.

7. Tingkatkan Skill Penjualan

Tips terakhir yang perlu kamu lakukan adalah dengan meningkatkan skill penjualanmu. Sebagai tim sales yang melakukan penjualan langsung, kamu harus terus meningkatkan kemampuan penjualan atau kemampuan marketing.

Kemampuan ini merupakan kemampuan dasar bagi setiap sales. Dengan mengetahui teknik-teknik penjualan, kamu bisa melakukan berbagai metode pendekatan dengan konsumen dan membuka lebar kemungkinan untuk melakukan penjualan itu sendiri.

Dalam konteks agen asuransi saja misalnya, skill penjualan merupakan skill dasar bersamaan dengan skill komunikasi. Karena dengan dua kemampuan tersebut, proses penawaran produk bisa berjalan dengan lancar dan kemungkinan pelanggan atau calon nasabah melakukan transaksi pembelian.

Nah, itulah tadi penjelasan lengkap terkait pengertian direct selling, lengkap dengan pembahasan terkait jenis, contoh, manfaat hingga kelebihannya. Semoga penjelasan di atas bisa meningkatkan pemahamanan marketing yang kamu miliki dan mempengaruhi kemampuanmu dalam melakukan penjualan sebuah produk, terutama dalam menawarkan dan menjual produk asuransi.

Dari penjelasan terkait direct selling di atas, kini kamu telah mengetahui pengertian, tujuan hingga bagaimana penerapannya dalam asuransi. Dengan memahaminya, tentu akan membantu kamu sebagai agen asuransi untuk membuat calon klien paham terkait asuransi dan membuat calon klien mengambil produk asuransi yang ditawarkan. Ingin menjadi agen asuransi terbaik? Yuk, gabung sebagai Mitra Qoala Plus! Jangan lupa juga untuk install aplikasi Qoala Plus untuk mendapatkan informasi asuransi hingga keagenan lainnya dengan mengunduhnya di Google Play Store atau App Store.